31 C
Kudus
Rabu, Februari 11, 2026

KPK Ungkap Ada Pengepul yang Sudah Kembalikan Uang ke Calon Perangkat Desa

BETANEWS.ID, PATI – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami karut-marut proses rencana pengisian jabatan perangkat desa di wilayah Kabupaten Pati yang menyeret Bupati Pati Nonaktif, Sudewo hingga ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemerasan praktik jual beli jabatan perangkat desa.

Selain Sudewo, tiga orang kepala desa, juga ikut terseret menjadi tersangka dalam kasus ini. Yakni, Abdul Suyono, Kades Karangrowo, Kecamatan Jakenan, Sumarjiono, Kades Arumanis (Jaken) dan Karjan, Kades Sukorukun (Jaken).

Baca Juga: Pemkab Pati Rancang Sodetan Sungai Juwana untuk Penanganan Banjir Jangka Panjang

-Advertisement-

Perkembangan terbaru, penyidik menemukan adanya sejumlah pihak yang berperan sebagai pengepul uang setoran dari para calon perangkat desa (caperdes) telah mulai mengembalikan uang yang sebelumnya mereka himpun dari para caperdes tersebut.

“Pada beberapa hari yang lalu, kami juga mendapatkan informasi adanya pihak-pihak pengepul ini yang juga kemudian sudah mengembalikan uang kepada para calon perangkat desa,” ujar Budi Prasetyo, Juru Bicara KPK kepada awak media kemarin.

Meski ada upaya pengembalian uang kepada para calon, KPK mengimbau agar pihak-pihak yang terlibat sebaiknya menyerahkan uang tersebut langsung kepada penyidik.

KPK menegaskan, bahwa pengembalian uang tersebut tidak akan menghapus unsur pidana atau menghentikan proses hukum yang sedang berjalan. Namun, kooperatifnya para pihak dalam memberikan keterangan dan menyerahkan bukti sangat membantu penyidik untuk membuat terang perkara ini.

Penyidik, saat ini juga tengah mendalami bagaimana proses dan tahapan dalam pengisian jabatan untuk perangkat desa di wilayah Pati, termasuk juga praktik-praktik dugaan pengumpulan uang dari para calon perangkat desa.

Baca Juga: Ikut Tekan Angka Angka Kemiskinan, Kemenag Pati Luncurkan Gerakan Investasi Wakaf Uang

“Sehingga ini kemudian juga membuka bagi penyidik KPK untuk melihat apakah ini juga modus-modusnya dilakukan di wilayah lain. Karena memang dari peristiwa tertangkap tangan kemarin, kita baru menyasar satu kecamatan,” ucap Budi.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER