BETANEWS.ID,PATI- Sebanyak empat calon jemaah haji asal Kabupaten Pati dipastikan gagal berangkat pada tahun ini, meskipun mereka sudah melunasi biaya haji.
Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Pati Rahardian Yunianto menyampaikan, mereka gagal berangkat karena faktor kesehatan. Keberangkatannya pun ditunda pada tahun 2027 mendatang.
”Lunas tunda sementara empat orang. artinya tunda keberangkatan, ada yang sakit dan sebagainya,” ujar Rahardian baru-baru ini.
Baca juga : Transisi ke Kementerian Haji dan Umroh, Sri Wulan Minta Pelayanan Haji Lebih Profesional
Sementara, jumlah calon jemaah haji asal Pati yang dijadwalkan berangkat pada tahun ini sebanyak 1.295 jemaah. Mereka terdiri dari 571 jemaah laki-laki dan sisanya jemaah perempuan.
”Sebanyak 1.295 jumlah jemaah haji Pati yang bakal berangkat. Rinciannya, 571 laki-laki dan 724 perempuan. Mutasi masuk (dari luar daerah masuk Pati) 10 orang, mutasi keluar (dari Pati ke luar) 19 orang,” ungkapnya.
Seribuan jemaah haji ini, masuk lima kloter. Yakni Kloter 49 yang bergabung dengan jemaah haji asal Rembang, Kloter 50, Kloter 51, Kloter 52 dan Kloter 53 yang merupakan gabungan dengan jemaah asal Surakarta.
”Untuk petugas kloter ada empat. Ada dua PHD, satu dari kesehatan dan satu layanan umum. 49,50,51, 52 dan 53. Pati masuk gelombang kedua. Jadi berangkat dari embarkasi sudah memakai pakaian ihram. Kloter 49 gabung dengan Rembang. kloter 53 gabung dengan kota Surakarta. Mulai Mei 2026 berangkat,” sebutnya.
Pihaknya bakal membekali seribuan calon jemaah haji ini mulai Senin ini. Sebenarnya manasik haji atau pembekalan sudah dibuka pada Kamis (5/2/2026).
Baca juga : Puluhan Calhaj Asal Kudus Terancam Tak Bisa Berangkat Haji Tahun Ini
Namun, manasik secara serentak di kecamatan mulai digelar pekan ini. Sebanyak 16 titik manasik haji telah disiapkan. Para calon jemaah bakal diberikan pembekalan tentang rukun haji hingga persiapan rukun IsIam kelima itu.
”Manasik haji kecamatan akan digelar mulai 9 sampai 12 Februari 2026. Sebanyak 16 titik lokasi kegiatan. Untuk narsum insyaallah kredibilitas tidak diragukan lagi,” pungkasnya.
Editor : Suwoko

