BETANEWS.ID, KUDUS – Seluruh Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Kudus dikumpulkan di Markas Komando Distrik Militer (Kodim) 0722, Jum’at (30/1/2026). Kegiatan tersebut bagian dari evaluasi atas kasus keracunan ratusan siswa SMA 2 Kudus yang diduga karena Makan Bergizi Gratis (MBG) sehari sebelumnya.
Evaluasi tersebut dihadiri oleh Ketua Satgas Percepatan program MBG di Kudus sekaligus Wakil Bupati, Bellinda Birton. Kemudian ada Ketua DPRD Kudus Masan, Dandim 0722 Letkol Arh Yuusufa Allan Andriasie, serta Kapolres Kudus AKBP Heru Dwi Purnomo.
Baca Juga: Satu SPPG dengan SMA 2 Kudus, Beberapa Siswa di Sekolah Ini Ternyata Aman
Bellinda menyampaikan, kegiatan mengumpulkan kepala SPPG seluruh Kudus merupakan bagian dari evaluasi pelaksanaan MBG pasca kasus keracunan. Menurutnya, kejadian tersebut tentu jadi perhatian bersama agar ke depan kasus serupa tak terulang kembali.
“Kasus keracunan siswa yang diduga karena MBG ini menjadi perhatian kami semua. Oleh karenanya kita langsung lakukan evaluasi bersama agar tak ada kasus serupa di kemudian hari,” ujar Bellinda usai acara.
Saat ini di Kabupaten Kudus terdapat 76 dapur MBG. Dari jumlah tersebut, hampir semua kepala SPPG ikut dalam kegiatan evaluasi, termasuk juga SPPG Purwosari yang menyuplai MBG di SMA 2 Kudus.
Ke depan, akan ada penyeragaman menu MBG antara SPPG satu dengan yang lainnya. Selain itu, ia juga menekankan higienitas makanan yang disajikan.
“Waktu atau jam memasak akan kita tentukan, termasuk juga distribusinya. Hal ini guna memastikan tak ada makanan kedaluwarsa yang kemudian dikonsumsi oleh penerima manfaat,” tandasnya.
Sementara Ketua DPRD Kudus, Masan menuturkan, kasus keracunan yang terjadi dikarenakan kurangnya koordinasi antara SPPG dan pihak sekolah. Menurutnya, waktu memasak dan jam makan itu perlu dikomunikasikan antara kedua belah pihak.
“Makanan itu ada expired (kedaluwarsa). Informasi dari Dinas Kesehatan masa kedaluwarsa masakan itu empat jam. Maka, antara wantu masak dan jam makan itu harus terkomunikasikan. Jangan sampai makanan yang sudah kedaluwarsa baru dikonsumsi,” ujar Masan.
Baca Juga: Bupati Sam’ani Bakal Evaluasi SPPG di Kudus
Dandim 0722/Kudus, Letkol Arh Yuusufa Allan Andriasie merasa prihatin atas kejadian yang menimpa ratusan siswa yang diduga keracunan MBG. Pihaknya akan turut menyelesaikan persoalan yang ada serta melakukan antisipasi agar kedepan kasus serupa tak terjadi lagi.
“Tadi sudah kita tekankan kepada seluruh kepala SPPG di Kudus terkait apa yang harus dilakukan dalam penyajian MBG. Insyallah ke depan kasus seperti ini tidak terjadi lagi,” tandasnya.
Editor: Haikal Rosyada

