31 C
Kudus
Sabtu, Februari 14, 2026

Viral Video Mesum Oknum Nakes yang Diduga di RSUD Kudus, Begini Respon Bupati

BETANEWS.ID, KUDUS – Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris angkat suara terkait adanya video viral perilaku mesum tenaga kesehatan yang diduga dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Loekmono Hadi. Sam’ani tegas meminta untuk dilakukan pemeriksaan.

Orang nomor satu di Kabupaten Kudus, mengaku prihatin adanya kejadian tersebut dan viral di media sosial. Ia pun memerintahkan kepada pihak Inspektorat dan Direktur RSUD Loekmono Hadi untuk melakukan pemeriksaan secara mendalam.

Baca Juga: 141 Sekolah di Kudus Dapat Bantuan Revitalisasi dari Pusat

-Advertisement-

“Saya sudah perintahkan Inspektorat dan Direktur RSUD Loekmono Hadi untuk melakukan pemeriksaan,” tegas Bupati Sam’ani kepada awak media di Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus, Senin (5/1/2025).

Meski begitu, kata dia, pemeriksaan tentunya mengacu pada peraturan Aparatur Sipil Negara (ASN) atau Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Termasuk nanti adanya klarifikasi terduga oknum yang ada di dalam video.

“Dalam pemeriksaan tentu ada hak jawab dari yang bersangkutan (orang dalam video). Termasuk juga pasti ada kemungkinan penyangkalan-penyangkalan,” bebernya.

Namun, lanjutnya, dalam pemeriksaan tentu bakal ada pembuktian-pembuktian. Jika hasil pemeriksaan nanti terbukti, tentu baka ada sanksi.

“Jika nanti terbukti tentu bakal ada sanksi untuk yang bersangkuran. Baik sanksi sesuai peraturan ASN, maupun BLUD,” tegasnya.

Sebelumnya, Jagat media sosial di Kabupaten Kudus kembali ramai diperbincangkan menyusul beredarnya sebuah video bernuansa asusila yang dikaitkan dengan oknum pegawai RSUD dr Loekmono Hadi Kudus. Tayangan tersebut menyedot perhatian publik lantaran menyeret nama institusi pelayanan kesehatan milik pemerintah daerah.

Video yang beredar luas itu berdurasi kurang lebih 50 detik dan pertama kali diunggah oleh akun media sosial bernama @ketutdewi_99. Dalam rekaman tersebut, tampak seorang pria dan seorang perempuan berada di dalam sebuah ruangan tertutup, memperlihatkan adegan berpelukan hingga berciuman.

Baca Juga: Hampir 300 Ribu Warga Kudus Masuk Kelompok Miskin dan Rentan Miskin

Unggahan video tersebut disertai narasi bernada keras yang mengecam dugaan tindakan tidak pantas di lingkungan rumah sakit. Dalam keterangannya, pemilik akun menyoroti aspek moral dan etika, serta menyayangkan apabila perilaku tersebut benar terjadi di fasilitas publik yang seharusnya mengedepankan profesionalisme dan empati terhadap pasien.

Berdasarkan pantauan, video itu telah ditonton sekitar 9 ribu kali dan dibagikan puluhan kali oleh warganet. Namun, kolom komentar pada unggahan tersebut diketahui dalam kondisi dinonaktifkan oleh pengunggah.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER