Update Longsor di Tempur Jepara, Jalur Baru Bisa Dilalui Sepeda Motor

BETANEWS.ID, JEPARA – Bencana tanah longsor yang menutup jalur akses utama menuju Desa Tempur, tepatnya di Desa Damarwulan, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, mulai menunjukkan perkembangan penanganan.

Salah satu titik longsor di jalur bertuliskan “Selamat Datang Desa Wisata Tempur” kini sudah dapat dilalui kendaraan roda dua. Namun, di lokasi tersebut setengah badan jalan sepanjang sekitar 50 meter hilang akibat tergerus aliran Sungai Gelis.

Baca juga: Longsor Menawan Makan Korban, Bupati Kudus Turun ke Lokasi Bencana

-Advertisement-

Kepala Desa Tempur, Mariyono, menyampaikan berdasarkan data sementara terdapat 18 titik longsor yang dilaporkan. Titik-titik tersebut berada di ruas jalan kabupaten, sementara longsor di jalan desa belum seluruhnya terdata.

“Ruas jalan desa belum kami laporkan. Titiknya memang tidak besar, tetapi jumlahnya banyak. Untuk keseluruhan masih belum bisa kami hitung,” ujar Mariyono saat ditemui di lokasi titik longsor pertama, Selasa (13/1/2026).

Dari total 18 titik longsor yang dilaporkan, enam titik di antaranya telah berhasil ditangani. Namun, proses penanganan masih terkendala kondisi cuaca yang belum mendukung serta keterbatasan akses alat berat.

“Titik yang paling parah saat ini belum bisa ditangani. Upaya sudah dilakukan, tetapi cuaca belum mendukung. Alat berat juga terkendala. Setelah pengalihan arus memungkinkan, penanganan di bagian atas baru bisa dilanjutkan,” jelasnya.

Selain itu, jaringan komunikasi di Desa Tempur masih mengalami gangguan. Pasalnya, jaringan listrik yang sempat kembali menyala kini kembali terputus, sehingga berdampak langsung pada akses komunikasi warga.

Meski demikian, Mariyono memastikan aktivitas masyarakat perlahan mulai pulih. Warga sudah dapat kembali beraktivitas dengan dukungan logistik dan layanan kesehatan yang tersedia.

“Warga sudah mulai beraktivitas. Stok makanan untuk sekitar 10 hari ke depan InsyaAllah aman, posko kesehatan juga sudah tersedia. Secara umum kondisinya masih terkendali,” katanya.

Baca juga: Bikin Haru, Warga Kesambi Kudus ini Gelar Pernikahan di Tengah Banjir

Ia menambahkan, longsor yang menutup jalur utama tersebut berdampak pada seluruh warga Desa Tempur yang berjumlah 3.672 jiwa. Bencana longsor sendiri bukan pertama kali terjadi di wilayah tersebut.

“Longsor pernah terjadi sebelumnya pada 2006 dan 2014. Tahun 2026 ini jumlah titik longsornya lebih banyak, tetapi kerugian materiil terbesar terjadi pada 2006 karena saat itu ada enam jembatan yang putus,” pungkasnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER