31 C
Kudus
Kamis, Februari 12, 2026

Tahun Ini Hanya 47 Sekolah Rusak di Kudus yang Bakal Diperbaiki

BETANEWS.ID, KUDUS – Di tengah berkurangnya dana Transfer ke Daerah (TKD) 2026 dari Pemerintah Pusat, perbaikan sekolah rusak, utamanya di Kabupaten Kudus sangat berdampak. Di tahun ini perbaikan sekolah hanya dialokasikan sebesar Rp13 miliar untuk 47 sekolah, baik SD maupun SMP.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar pada Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus, Anggun NUgroho menyampaikan, penurunan proyek rehabilitasi sekolah sudah mulai terasa sejak 2025. Di mana di tahun tersebut hanya mendapatkan alokasi Rp9,3 miliar untuk 58 sekolah. 

Baca Juga: Rabu Pon di Kudus, Ratusan Ayam Petelur dan Bibit Tanaman Dibagikan ke Warga

-Advertisement-

Padahal menurutnya, di tahun-tahun sebelumnya perbaikan sekolah di Kudus hingga seratusan sekolah dengan alokasi anggaran lebih dari Rp20 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kudus. Itupun belum terhitung dengan tambahan perbaikan di APBD Perubahan.

“Untuk itu, dengan anggaran tersebut kami maksimalkan dan prioritaskan untuk sekolah-sekolah rusak dengan kondisi yang membutuhkan penanganan secepatnya dan mendesak,” bebernya.

Dari total perbaikan sekolah yang diperuntukkan di tahun ini, kata dia, ditujukan untuk tujuh SMP dan 40 SD. Di antaranya meliputi, SMP 1 Dawe, SD 2 Sidomulyo, dan beberapa SD di Kecamatan Bae.

Adapun beberapa pekerjaan paket yang dilakukan dalam program perbaikan tersebut meliputi perbaikan ruang kelas, ruang guru, serta jamban.

“Kalau untuk SMP 1 Dawe nanti ada perbaikan untuk talud dan jamban. Sedangkan rebabilitasi sekolah rusak lainnya rata-rata merehab ruang guru dan ruang kelas,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, bahwa saat ini proses perbaikan sekolah di Kudus masih dalam tahap perencanaan. Meski begitu, pihaknya menargetkan Februari 2026, proyek sudah masuk dalam penyediaan barang dan jasa.

“Sehingga di minggu kedua di bulan Maret sudah mulai melakukan pengerjaan fisik. Setidaknya satunpaket sudah bisa dikerjakan,” terangnya.

Ia menuturkan, upaya perbaikan fasilitas pendidikan akan terus dilakukan, mengingat jumlah sekolah rusak di Kota Kretek tercatat selalu ada setiap tahunnya. Namun hal itu terkendala adanya keterbatasan anggaran, sehingga proyek perbaikan sekolah belum bisa menyentuh secara keseluruhan.

Demi memaksimalkan rehabilitasi sekolah yang mengalami kerusakan mendadak dan mendesak, Pemkab Kudus sudah menyusun skema melalui alokasi anggaran perawatan. DIa menyebut, tahun ini, anggaran perawatan sekolah dialokasikan sekitar Rp3,7 miliar.

Baca Juga: Dua Pelajar di Kudus Pesan Paket Celurit, Ngakunya Buat Konten di Medsos

“Anggaran perawatan ini merupakan kebijakan dari Bupati Kudus. Harapannya, sekolah yang mengalami rusak mendadak dan tidak masuk dalam anggaran perbaikan reguler, bisa ditanganu lewat alokasi anggaran ini,” tuturnya.

Anggun menambahkan, setidaknya ada dua sekolah yang telah masuk dalam daftar perbaikan melalui skema anggaran perawatan dengan kerusakan pada atap. Keduanya yakni SD 1 Sidomulyo dan SD 4 Bulungcangkring di Kecamatan Jekulo.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER