BETANEWS.ID, KUDUS – Sudah sembilan hari Desa Karangrowo, Kecamatan Undaan masih terdampak banjir. Hingga kini genangan banjir yang terjadi di sana masih terbilang tinggi, dengan ketinggian air antara 30-115 centimeter.
Kepala Desa Karangrowo, Heri Darwanto menyampaikan, bahwa kondisi banjir yang berada di Dukuh Krajan masih tinggi. Sehingga warga hingga saat ini masih bertahan di tempat pengungsian, baik di Aula Balaidesa Karangrowo maupun Gedung DPRD Kabupaten Kudus.
Baca Juga: KPK Tetapkan Bupati Sudewo dan 3 Kades Tersangka Pemerasan Jual Beli Jabatan Perades
“Hari ini mulai surut sekitar 15 centimeter. Namun ketinggian banjir masih tinggi dengan kisaran 30 centimeter hingga titik yang paling dalam capai 115 centimeter,” bebernya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu (21/1/2026).
Menurutnya, sejumlah warga yang berada di posko pengungsian, utamanya di Aula Balaidesa Karangrowo hingga kini dalam keadaan baik. Meski ada beberapa warga yang mengeluhkan penyakit gatal maupun masuk angin, tapi bisa teratasi dengan baik karena adanya tenaga kesehatan (Nakes) yang berada di sana.
“Keluhannya gatal-gatal karena memang disebabkan banjir. Ada beberapa yang mengeluhkan masuk angin juga, tapi semuanya dalam keadaan baik, karena keterlibatan Nakes yang selalu ada di setiap keluhan masyarakat,” ungkapnya.
Hingga Kini, kata dia, ratusan warga masih bertahan di posko pengungsian. Hal itu disebabkan karena akses jalan maupun rumah mereka masih terendam banjir.
“Untuk posko bencana yang berada di Balaidesa Karangrowo saat ini masih ada sebanyak 105 orang. Sedangkan warga yang mengungsi di Gedung DPRD Kabupaten Kudus saat ini hampir 800-an orang,” sebutnya.
Baca Juga: Bupati Sam’ani Buka Kudus Expo Perguruan Tinggi XI, Ribuan Siswa Berburu Kampus Impian
Dia berharap, normaslisasi sungai sangat dibutuhkan untuk dapat mengurangi bencana banjir yang selalu ada di desa tersebut. Ia menyebut, sudah ada titik terang terkait adanya normalisasi sungai yang dilakukan pada tahun ini.
“Kemarin ada rapat koordinasi dengan BBWS Pemali Juana yang membahas tentang normalisasi Sungai Juana dan Sungai JU1. Pelaksanaannya mulai dilakukan Agustus 2026 ini,” terangnya.
Editor: Haikal Rosyada

