BETANEWS.ID, JEPARA – Banjir setinggi satu meter masih merendam ratusan rumah warga di Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara. Genangan terjadi di Dukuh Selomenur dan Temenur, Desa Welahan, serta Desa Ketilengsingole.
Pantauan di Dukuh Selomenur menunjukkan banjir merendam sebagian besar rumah warga. Sejumlah rumah terkunci karena ditinggal mengungsi, namun sebagian warga memilih bertahan di tengah genangan.
Baca juga: Desa Tempur Jepara Terisolir Akibat Dikepung Longsor, Jaringan Listrik Mati Total
Warga Dukuh Selomenur RT 3 RW 3, Achmadi (60), mengatakan banjir mulai menggenangi permukiman pada Minggu (11/1/2026) sekitar pukul 19.00 WIB. Air kemudian masuk ke rumah warga pada Senin (12/1/2026) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB dan sempat mencapai ketinggian 1,5 meter.
“Sekarang mulai surut, tapi masih sekitar satu meter,” ujarnya saat ditemui Selasa (13/1/2026).
Sebagian warga memilih mengungsi, sementara lainnya bertahan. Salah satu warga, Roichatun (47), mengaku tetap tinggal meski air setinggi lutut hampir merobohkan lemari di rumahnya.
Untuk memenuhi kebutuhan makan, ia memasak sendiri dengan sisa bahan makanan yang tersedia.
Baca juga: Terisolir Akibat Longsor, Pemkab Jepara Upayakan Jalur Alternatif Menuju Desa Tempur
Camat Welahan, Suhadi, menyebutkan sebanyak 464 rumah masih terendam banjir. Rinciannya, 428 rumah di Desa Welahan dan 36 rumah di Desa Ketilengsingole. Sekitar 35 warga mengungsi di MTs Ketilengsingole.
Menurut Suhadi, banjir dipicu curah hujan tinggi serta limpasan air dari Kecamatan Mayong. Saat ini, pihak kecamatan masih fokus menyalurkan bantuan kepada warga terdampak, terutama kebutuhan makanan. Hingga saat ini dapur umum belum didirikan.
Editor: Haikal Rosyada

