BETANEWS.ID, KUDUS – Safira Dwi Meilani merupakan seorang atlet pencak silat asal Kabupaten Kudus yang telah mengharumkan nama bangsa Indonesia di kancah Internasional. Atlet yang kini berusia 25 tahun tersebut telah mengoleksi berbagai gelar juara baik di tingkat nasional maupun internasional.
Terbaru, Safira berhasil menorehkan emas di cabang olahraga (cabor) pencak silat pada kejuaraan Sea Game 2025 di Thailand. Turun di kelas B putri 50-55 kilogram nama Safira diperhitungkan pada kejuaraan yang digelar dua tahun sekali tersebut. Mengingat tahun sebelumnya, yakni Sea Game 2023 di Kamboja dia juga meraih emas di kelas yang sama.
Baca Juga: Kisah Sutikno, Penjual Telur Gulung Legendaris di Keling Jepara
Safira mengatakan, di ajang internasional ia sudah mengoleksi lima gelar, baik kejuaraan dunia maupun ajang kejuaraan tingkat negara Asean tersebut. Menurutnya, kedua gelar ditorehkan pada gelaran Sea Game dengan menggondol emas di periode berbeda.
“Kemarin di final Sea Game2025 di Thailand bertemu dengan Vietnam, Alhamdulillah menang dan bisa membawa gelar juara untuk Indonesia,” bebernya usai mendapat nominasi atlet terfavorit KONI Kudus Award di Pendapa Kabupaten Kudus, Senin (29/12/2025) malam.
Ke depan dia masih optimis dipercaya sebagai atlet pencak silat unggulan yang mewakili Indonesia di ajang bergengsi. Ia bahkan optimis masih bisa membawa gelar yang untuk Indonesia, mengingat umurnya yang saat ini masih terbilang muda.
“Saya masih optimis dan bisa tampil karena peluangnya masih ada. Insyaalah bisa membawa gelar lagi untuk Indonesia,” jelasnya.
Ia bersyukur karena saat ini masih bisa mempertahankan gelar juara Sea Game di tahun ini. Beberapa kendala yang dihadapi ketika bertarung di ajang-ajang resmi tersebut, ia pasrahkan dan percaya bahwa kemampuan yang dimilikinya masih unggul dari pada atlet-atlet perwakilan dari negara lainnya.
“Untuk kesulitan kemungkinan di proses tes-nya ya. Yang namanya atlet, kadang-kadsng kita juga terkendala adanya cidera yang kami alami akibat benturan,” sebutnya.
Baca Juga: Hobi Jajan Jadi Cuan, Kisah Nadia Owner Sempolan Ayam Numan
Ia mengaku, berkat torehan prestasinya yang telah mengharumkan negara secara umum dan Kabupaten Kudus secara khusus, ia mendapatkan penghargaan atlet terbaik di kabupaten Kudus oleh KONI Kudus Award 2025 yang pertama kali diselenggarakan oleh KONI Kudus.
“Bersyukur saja, karena ini merupakan apresiasi yang diberikan untuk semangat kami sebagai atlet yang bertarung. Terlebih ini bisa memotivasi para atlet yang mungkin baru saja terjun dalam dunia atlet,” imbuhnya.
Editor: Haikal Rosyada

