Operasi Pemberantasan Rokok Ilegal Sasar Pulau Karimunjawa Jepara, Hasilnya Nihil 

BETANEWS.ID, JEPARA – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Jepara menggelar operasi pemberantasan rokok ilegal di Pulau Karimunjawa, Kecamatan Karimunjawa pada Jumat (5/12/2025). 

Operasi ini dilakukan secara terpadu dengan menyasar beberapa titik strategis yang diduga menjadi titik lokasi peredaran rokok ilegal di Kecamatan Karimunjawa. 

Baca Juga: Viral, Pembangunan Gerai Kopdes di Jepara Ditolak Warga 

-Advertisement-

Kepala Bidang Penegakan Perundang-undangan, Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat pada Satpol PP Jepara, Heri Prasetyo mengatakan bahwa operasi pemberantasan rokok ilegal akan terus dintensifkan. 

Kegiatan operasi nantinya akan diintensifkan untuk menyasar para aktor peredaran rokok ilegal di wilayah hulu. Yaitu para pemasok rokok ilegal yang selama ini menjadi pendorong utama peredaran produk tanpa pita cukai.

Dalam kegiatan operasi di Karimunjawa, Heri menyebutkan ia membawa dua kelompok tim. Tim pertama bertugas di Desa Karimunjawa dengan wilayah sasaran sebanyak 10 titik. Sisanya di Desa Kemujan sebanyak 5 titik lokasi.

“Operasi ini kita lakukan dengan humanis, karena ini sifatnya sosialisasi dan mengedukasi masyarakat,” katanya pada Sabtu, (6/12/2025). 

Dari 15 titik yang menjadi sasaran operasi, Heri mengatakan timnya tidak mendapatkan hasil. Namun, ia tetap mengingatkan pedagang kecil untuk waspada dan tidak tergiur menjual rokok ilegal dengan harga murah. Ia menekankan pentingnya memastikan seluruh produk yang dijual telah dilekati pita cukai resmi. 

Menurutnya, keterlibatan pedagang kecil dalam peredaran rokok ilegal sering kali terjadi karena ketidaktahuan, sehingga edukasi dan sosialisasi tetap diperlukan.

“Kami mengimbau pedagang di kios-kios kecil untuk memastikan barang dagangannya legal. Jangan karena murah lalu mengambil risiko menjual barang yang melanggar aturan,” tegasnya.

Baca Juga: Sudah Terlanjur Jalankan Proyek, Kades di Jepara Bingung Dana Desa Tak Bisa Cair 

Ia juga mengedukasi pedagang mengenai risiko hukum dan dampak ekonomi dari peredaran produk ilegal. Dari sosialisasi itu, Heri mengklaim saat ini jumlah temuan barang ilegal mengalami penurunan. 

“Operasi ini merupakan bentuk komitmen kami menjaga kesehatan masyarakat dan mendukung perekonomian daerah. Cukai itu akan kembali ke masyarakat dalam bentuk berbagai program pembangunan,” pungkasnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER