BETANEWS.ID, JEPARA – Kabupaten Jepara kembali mengukuhkan posisinya sebagai daerah kaya budaya dengan meraih enam Warisan Budaya Takbenda (WBTB) Indonesia tahun 2025 dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.
Penghargaan prestisius ini diterima Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Kadisparbud) Jepara, Ali Hidayat, dalam Malam Apresiasi WBTB di Jakarta, Selasa (16/12/2025).
Baca Juga: Capaian UCJ Kudus 46,55%, Jadi Salah Satu Tingkat Kepesertaan Tertinggi di Jateng
Enam objek pemajuan kebudayaan Jepara yang mendapat apresiasi WBTB Indonesia tahun 2025 yaitu Batik Jepara, Horog-Horog (Makanan Khas), Memeden Gadhu (Tradisi), Baratan Kalinyamatan (Upacara Adat), Pindang Serani (Makanan Khas), dan Ukir Kaligrafi Jepara (teknologi tradisional).
Ali Hidayat mengungkapkan rasa syukur dan menekankan pentingnya menjaga warisan budaya ini agar tidak tergerus zaman.
“Alhamdulillah, penghargaan ini adalah amanah untuk bisa terus kita jaga dan lestarikan. Kami berkomitmen untuk ‘Ngurip urip budaya yang sudah ada jangan sampai punah’,” ujar Ali Hidayat pada Selasa (16/12/2026).
Untuk itu ia menyoroti perlunya fasilitasi ruang dan waktu yang memadai agar WBTB yang telah diraih ini dapat terus eksis dan relevan di era modernisasi, serta dapat diwariskan kepada generasi muda.
“Kami berharap masyarakat di era modernisasi untuk tetap mengutamakan, mencintai, menghargai produk, seni, tradisi, dan budaya lokal agar lestari ke generasi berikutnya,” katanya.
Terpisah, Bupati Jepara Witiarso Utomo memberikan terimakasih dan apresiasi kepada Kementrian Kebudayaan. Ia berharap prestasi ini bisa meningkatkan pariwisata dan membawa kesejahteraan masyarakat Jepara.
“Kami berkomitmen untuk melestarikan dan mengembangkan potensi budaya yang ada di Kota Ukir. Tidak hanya situs-situs budaya, tapi juga tari, lagu, makanan dan berbagai domain budaya yang ada di masyarakat Jepara,” ungkapnya.
Menurutnya, upaya ini tidak hanya sekadar menjaga kekayaan budaya yang sudah diwariskan turun temurun namun juga diharapkan mampu menggenjot sektor ekonomi kreatif di Kota Ukir. Agar lebih maksimal, langkah ini juga akan dikolaborasikan dengan sektor pariwisata yang juga menjadi unggulan di Jepara.
“Jadi multimanfaat. Kebudayaan lestari, ekonomi kreatif dan pariwisata juga terangkat,” tandas Mas Wiwit, sapaan akrab Bupati Jepara.
Baca Juga: Jelang Nataru, Harga Telur Ayam di Kudus Tembus Rp32 Ribu
Sebagai informasi, pencapaian Jepara tahun ini turut berkontribusi besar terhadap dominasi Provinsi Jawa Tengah dalam Malam Apresiasi WBTB 2025.
Jawa Tengah menjadi provinsi dengan jumlah penetapan WBTB terbanyak pada tahun ini.
Editor: Haikal Rosyada

