Gulung Tikar di Pangkas Rambut, Mas Bro Bangkit dan Cuan dengan Rebranding Barbershop

BETANEWS.ID, KUDUS – Pagi itu suasana adem menyelimuti area Taman Balai Jagong Kudus. Di satu sudut duduk di samping tenda sederhana, Aris Widodo atau yang akrab disapa Mas Bro sedang menunggu pelanggan. Julukan itu melekat karena nama barbershop miliknya, Bro Barbershop, yang membuat banyak pelanggan otomatis menyapanya dengan panggilan khas, Mas Bro.

Sebelum merintis usaha jasa barbershop, Mas Bro, mengaku usahanya dulu adalah menawarkan jasa pangkas rambut, namun sayangnya sepi. Meski tarif cukup murah yakni Rp 10 ribu, tetapi pelanggan seolah enggan datang, sehingga ia pun minim pendapatan.

Baca Juga: Memetik Inspirasi dari Oby, Sosok Disabilitas Asal Pati yang Sukses Buka Usaha Kuliner

-Advertisement-

“Sementara adik saya yang barbershop dengan tarif Rp 25 ribu selalu kebanjiran pelanggan. Terinspirasi hal tersebut saya juga berniat membuka barbershop,” ujarnya kepada Betanews.id di Balai Jagong Kudus, belum lama ini.

Untuk mewujudkan keinginannya tersebut, ia harus belajar lagi terkait seni memangkas rambut ke Solo dan Jogjakarta. Ketika sudah mahir tekniknya, pada tahun 2017 Mas Bro mulai membuka usaha barbershop yang diberi nama Mas Bro.

“Saya membuka usaha barbershop di dalam gang 1 Keluarahan Mlati Norowito, Kecamatan Kota. Meski di dalam gang, tetapi saya yakin akan ramai. Sebab saat itu barbershop di Kudus masih jarang sekali,” beber pria yang juga menginisiasi barber street di Balai Jagong Kudus tersebut.

Dia mengungkapkan, awal membuka usaha memang tidak langsung ramai. Tetapi progresnya bagus, tiap hari sedikit demi sedikit pelanggan berdatangan. Dua bulan pertama, jumlah pelanggan masih hanya sekitar 15–20 orang per hari.

“Titik balik datang, ketika saya mengikuti event barbershop keliling se-Karesidenan Pati. Nama saya mulai dikenal, apalagi setelah rajin mempromosikan karya di media sosial (medsos),” sebutnya.

Enam bulan kemudian, kursi barbernya tak lagi banyak waktu kosong. Pelanggan bisa tembus 40–50 pelanggan per hari. Mulai tahun 2018, pelanggannya makin banyak, apalagi ketika momen menjelang lebaran.

“Sejak tahun 2018, setiap menjelang lebaran selalu kebanjiran pelanggan. Setiap hari pelanggan yang datang bisa lebih dari 100 orang. Mulai bekerja dari pukul 09:00 WIB hingga 03:00 WIB,” ungkapnya.

Seiring berjalannya waktu, kata Mas Bro, pelanggan yang datang mulai berkurang karena banyak pesaing. Tetapi bisa dianggap masih stabil di angka 40 pelanggan per harinya.

“Tarif barbershopnya kini sudah Rp40 ribu. Tarif tersebut untuk potong rambut saja. Saya juga melayani hair tatto dengan tarif mulai Rp50 ribu. Selain itu juga ada hair potret dengan harga Rp1 juta,” rincinya.

Dia berharap, usahanya tersebut selalu lancar. Serta tetap bisa jadi jujugan para cowok yang ingin ganteng maksimal dengan gaya rambut necis nan modis.

“Slogan saya adalah lungguh anteng mulih ganteng. Pria yang datang ke barbershop Mas Bro dijamin pulang jadi ganteng maksimal,” ucapnya tersenyum.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER