BETANEWS.ID, KUDUS – Komisi D DPRD Kabupaten Kudus melakukan inspeksi mendadak hasil rehabilitasi tiga ruang kelas SD 1 Terban, Kecamatan Jekulo, Jumat (19/12/2025). Bangunan yang sudah diserahterimakan tersebut tampak masih banyak perbaikan.
Berdasarkan pantauan di lokasi, cat tiga bangunan kelas warnanya tidak rata sehingga tampak belang. Pasangan keramik tidak rapi, bergelombang dan tidak simetris. Bahkan, ada beberapa pasangan keramik yang kosong dan ada indikasi tidak lengket. Pasangan plafon juga tidak rapi.
Baca Juga: Anggota MPR RI Nilai Guru Punya Posisi Tanamkan Ideologi Bangsa
Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Kudus, Mardijanto menyampaikan, sidak dilakukan karena menindaklanjuti aduan dari masyarakat. Bahwa hasil pekerjaan rehabilitasi tiga ruang kelas SD 1 Terban tidak sesuai harapan.
“Rehab tiga ruang kelas di SD 1 Terban ini sudah diserahterimakan, harusnya pekerjaan sudah selesai. Tetapi ini masih perlu banyak perbaikan,” ujar Mardijanto kepada awak media di SD 1 Terban.
Lebih lanjut Mardijanto meminta agar kontraktor yang mengerjakan pembangunan fisik di Kabupaten Kudus, termasuk di SD 1 Terban harus sportif. Ketika hasil pembangunan kurang baik, harus dibenahi.
“Hasil pembangunan SD 1 Terban ini masih banyak yang tidak rapi. Jadi harus diperbaiki,” tandasnya.
Sementara itu, Kasi Sarana dan Prasarana (Sarpras) Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kudus, Agus Subandi mengatakan, proyek pembangunan tiga ruang kelas di SD 1 Terban menelan anggaran kurang lebih sebesar Rp 599,4 juta yang bersumber dari APBD. Sedangkan masa pelaksanaan 60 hari, yang dimulai pada 7 Oktober 2025.
“Pekerjaan rehabilitasi tiga ruang kelas SD 1 Terban ini sudah selesai dan sudah diserahterimakan sepekan yang lalu. Namun, memang masih ada beberapa perbaikan,” ujar Subandi.
Setelah bangunan diserahterimakan, tutur Subandi, memang dilakukan evaluasi lapangan. Ketika masih ada yang belum rapi, tentu dilakukan perbaikan karena masih masa pemeliharaan selama enam bulan sejak Provisional Hand Over (PHO).
Baca Juga: Sering Kebanjiran, Desa Karangrowo Kudus Terima Bantuan Perahu Karet dan Peralatan Siaga Bencana
Ada beberapa pekerjaan memang belum rapi. Misal dinding masih perlu dilakukan pengecatan ulang, nat lantai dilakukan perapian dan keramik yang kosong dan tidak nempel segera dilakukan perbaikan.
“Meski ada beberapa perbaikan, saya pastikan bahwa material sudah sesuai spesifikasi. Sebab, kita ada pengawasan yang melekat. Jadi pengawas itu memantau setiap hari, guna membantu mempercepat pekerjaan dan tetap sesuai spesifikasi,” tandasnya.
Editor: Haikal Rosyada

