31 C
Kudus
Sabtu, Februari 14, 2026

Biro Umroh AWG Kudus Disegel Bank, 18 Calon Jemaah Masih Menunggu Refund

BETANEWS.ID, KUDUS – Harapan puluhan jemaah untuk berangkat umroh bersama Biro Amanah Wisata Grup (AWG) Kudus pupus. Kantor biro yang berlokasi di RT 4 RW 3, Desa Gribig, Kecamatan Gebog, kini disegel oleh pihak Bank Nano Syariah akibat gagal bayar hutang. Kondisi ini membuat 18 jemaah yang belum menerima pengembalian dana semakin cemas.

Salah satu korban, Ahmadi (57), warga Desa Golantepus, Kecamatan Mejobo, mengaku kecewa sekaligus khawatir. Ia bersama istrinya telah melunasi biaya umroh sebesar Rp67 juta untuk keberangkatan Februari 2025. Namun, sepekan sebelum jadwal, pihak AWG mengabarkan bahwa perjalanan dibatalkan.

Baca Juga: Prihatin Angka Perceraian Tinggi, Ketua PKK Kudus Upayakan Pencegahan Perkawinan Dini

-Advertisement-

“Jujur saya kaget melihat kantor biro umroh AWG disegel bank. Kok begini, saya jadi bertanya-tanya bagaimana nasib uang saya dan nasabah lainnya,” ujar Ahmadi saat ditemui di kantor AWG, Selasa (23/12/2025).

Menurut Ahmadi, bukan hanya dirinya yang batal berangkat. Total ada 80 jemaah yang gagal diberangkatkan oleh AWG. Sebagian sudah menerima refund atau dijadwalkan ulang, namun masih ada 18 orang yang belum mendapatkan kejelasan.

Sejak Februari 2025, pihak AWG berulang kali menjanjikan pengembalian dana. Awalnya April, kemudian mundur ke Agustus, dan terakhir dijanjikan maksimal Januari 2026. “Kami berharap tidak molor lagi. Uang itu hasil keringat saya selama bekerja di pabrik, sangat berarti bagi keluarga,” tegas Ahmadi.

Karyawan AWG, Jumadi, membenarkan bahwa kantor telah disegel sejak November 2025. “Biro umroh AWG sebelumnya masih beroperasi. Tetapi per November 2025, kita sudah tutup,” jelasnya.

Baca Juga: Okupansi Pijar Park Tembus 100 Persen di Libur Nataru

Ia menambahkan, keputusan terkait refund sepenuhnya berada di tangan pemilik AWG. “Apa yang jadi permintaan para nasabah gagal berangkat, nanti akan kami sampaikan kepada owner AWG. Semoga nantinya ada solusi,” ujarnya.

Menurut Jumadi, pemilik AWG masih berusaha mencari pendanaan baru, baik melalui pinjaman maupun investor. Namun, hingga kini belum ada kepastian. “Hanya saja saat ini, perekonomian secara nasional belum stabil. Jadi belum ada investor yang masuk,” bebernya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER