31 C
Kudus
Sabtu, Februari 14, 2026

Bertahun-tahun Magkrak, Pemkab Kudus Kaji Pengelolaan Pasar Terminal Colo ke Swasta

BETANEWS.ID, KUDUS – Pasar Terminal Colo di Kabupaten Kudus hingga kini masih terbengkalai meski sudah dibangun sejak tahun 2018. Lebih dari seratus kios dan los di bangunan tiga lantai tersebut tampak mangkrak dan tidak difungsikan selama bertahun-tahun.

Kondisi Pasar Terminal Colo yang tak kunjung dimanfaatkan ini menimbulkan keprihatinan masyarakat. Pasar tersebut berada di kawasan wisata Colo yang memiliki potensi ekonomi cukup besar jika dikelola secara optimal.

Baca Juga: Okupansi Pijar Park Tembus 100 Persen di Libur Nataru

-Advertisement-

Menanggapi hal itu, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengatakan pemerintah daerah akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap keberadaan Pasar Terminal Colo. Evaluasi tersebut bertujuan mencari konsep pemanfaatan yang paling tepat dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

“Pasar Terminal Colo itu kan dibangun sudah lama. Kami evaluasi, kita akan lakukan kajian dari teman-teman, baik internal maupun eksternal Pemkab Kudus, bangunan itu mau dipakai untuk apa,” ujar Sam’ani di Pendopo Kudus belum lama ini.

Menurutnya, Pemkab Kudus membuka berbagai kemungkinan pemanfaatan Pasar Terminal Colo. Tidak hanya sebagai pasar, bangunan tersebut juga bisa dialihfungsikan menjadi fasilitas lain yang lebih sesuai dengan kebutuhan kawasan wisata.

“Bisa saja dimanfaatkan untuk penginapan, tempat ngopi, atau fungsi lain. Yang penting bangunan itu bisa bermanfaat dengan baik,” bebernya.

Sam’ani menegaskan, opsi kerja sama dengan pihak ketiga juga tidak menutup kemungkinan dilakukan. Langkah tersebut dipertimbangkan agar aset daerah yang sudah dibangun dengan anggaran besar tidak terus terbengkalai.

“Bangunan itu aset lama. Kalau memang perlu dikerjasamakan dengan pihak ketiga, yang penting menguntungkan pemerintah daerah dan bisa mengakomodir pertumbuhan ekonomi di sekitar Colo,” jelasnya.

Ia juga menyebutkan, sudah ada sejumlah masukan dari berbagai pihak terkait konsep pemanfaatan Pasar Terminal Colo. Salah satunya adalah menjadikannya sebagai pusat kuliner atau tempat nongkrong berbasis kopi.

Baca Juga: Prihatin Angka Perceraian Tinggi, Ketua PKK Kudus Upayakan Pencegahan Perkawinan Dini

“Kemarin ada masukan dibuat untuk kopi, ya monggo. Intinya kami terbuka dengan ide apa pun, yang terbaik dan bisa dimanfaatkan dengan baik,” sebutnya.

Sebagai informasi, Pasar Terminal Colo dibangun pada tahun 2018. Pembangunan tersebut menelan anggaran kurang lebih sebesar Rp23 miliar.

Editor: Haikal Rosyda

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER