BETANEWS.ID, KUDUS – Wajah sumringah terlihat dari wajah ratusan Pedagang Kaki Lima (PKL) Kabupaten Kudus. Mereka mendapatkan bantuan berupa tenda dan modal usaha dari CSR (Corporate Social Responsibility) Bank Jateng dalam rangka merealisasikan Program Keberlanjutan Penuntasan Kemiskinan (PKPK) Tahun 2025.
Penyerahan bantuan diberikan langsung oleh Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris di Lapangan Tennis Indoor Kabupaten Kudus, Rabu (31/12/2025). Total bantuan senilai Rp570 juta diwujudkan dalam bentuk tenda sebanyak 80 unit dan bantuan modal usaha, sebesar Rp500 ribu per orang untuk 500 orang PKL.
Baca Juga: Cekcok di Tempat Karaoke, Warga Kudus Dibacok Teman Sendiri
Rinciannya, dari 80 unit tenda per tendanya senilai Rp4 juta diberikan kepada PKL di Balai Jagong serta PKL di Jalan Sunan Kudus. Sementara bantuan modal usaha yang diperuntukkan bagi 500 orang itu 239 orang di antaranya untuk pedagang asal Kudus yang menjadi korban kebakaran di Pasar Babe Tahun 2024 lalu, kemudian dibagikan kepada PKL Sawah Tengah Desa Pasuruan Lor 85 orang, dan 176 orang sisanya dibagikan kepada PKL di masing-masing kecamatan.
Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris mengatakan, PKL merupakan bagian penting dalam sektor tata kelola kota. Di mana melalui aktivitas yang dijalankan para PKL, setidaknya bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi bagi sebuah daerah, terutama di Kabupaten Kudus.
Untuk itu pihaknya selalu mendukung adanya PKL yang ada di Kota Kretek. Melalui bantuan yang diberikan, dia berharap agar hal itu menjadi stimulus tambahan.
“Dengan adanya bantuan ini semoga menambah spirit dan semangat para PKL untuk melakukukan aktivitasnya. Selalu jaga kebersihan dan selalu memilah sampah dengan baik, karena saat ini kita baru prihatin terkait sampah. Tolong ikut serta dalam mengelola sampah yang ada di Kudus,” katanya.
Pihaknya menyampaikan terimakasihnya kepada Bank Jateng yang telah memperhatikan dan memberikan bantuan kepada PKL yang ada di Kudus. Ia mendoakan supaya PKL dapat berjalan baik dan lancar.
“Saya pesan selalu jaga kualitas, higienis barang daganga, serta selalu bersih dalam aktivitas perdagangan, termasuk membawa celemek,” ujarnya.
Salah satu penerima manfaat, Agus Rijanto (40) mengaku senang dan berterimakasih kepada Bank Jateng yang telah memberikan bantuan ini. Penjual angkringan di Balai Jagong tersebut, mendapat bantuan modal usaha sebesar Rp500 ribu.
“Rencananya, nanti akan saya buat untuk pengembangan usaha, agar ketersediaan barang bisa lengkap. Sebelumnya sudah pernah dapat bantuan UMKM untuk satu kelompok sebanyak 10 orang dengan mendapat Rp5 juta,” sebutnya.
Baca Juga: DPRD Kecam Pembukaan KONI Kudus Award, Soroti Etika dan Budaya
Hal senada juga disampaikan penerima manfaat lainnya yang mendapat bantuan modal usaha, yakni Bagus yang berjualan nasi bakar. Ia menyebut, bantuan itu bakal digunakan untuk membeli alat masak sebagai penunjang dan membantu penjualan.
“Nanti saya akan belikan alat masak. Bersyukur sekali mendapatkan bantuan ini dan semoga bermanfaat,” imbuhnya.
Editor: Haikal Rosyada

