31 C
Kudus
Sabtu, Februari 14, 2026

Angkat Pelaku UMKM Naik Kelas, Dekranasda Kudus Tampung Puluhan Produk Warga

BETANEWS.ID, KUDUS – Sejumlah produk yang dihasilkan oleh para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kabupaten Kudus tampak ditata rapi di sebuah galeri Dekranasda. Galeri yang berada di pojok Alun-alun Simpang Tujuh Kudus itu menjadi tempat tampungan berbagai produk UMKM demi mengangkat level pelaku usaha kecil di Kota Kretek.

Ketua Dekranasda Kudus, Endhah Endhayani menyampaikan, sejak launching pada 8 November 2025 lalu, Dekranasda dihadirkan untuk membantu pemasaran produk para pelaku UMKM Kudus. Sehingga hal itu dapat dimanfaatkan warga untuk meningkatkan produksi hingga memperluass jangkauan pemasaran mereka.

Baca Juga: Capaian IKD Kudus Baru 6,77%, Keamanan Data Jadi Sebab Masyarakat Takut Aktivasi

-Advertisement-

“Dengan adanya galeri ini kami bisa membantu mengangkat level mereka. Supaya produk lokal ini bisa dikenal lebih luas,” bebernya, belum lama ini.

Ia menyebut, hingga saat ini kurang lebih ada sebanyak 80 produk UMKM yang sudah ditampung di sana. Meski demikian, pihaknya mengaku masih membuka kesempatan bagi para pelaku UMKM di Kudus agar produknya bisa dipasarkan di tempat galeri tersebut.

“Kemarin mereka sudah mengisi link dan dilakukan kurasi. Memang kami jadikan standar, ketika mereka masuk ke Dekranasda harus seperti apa. Tapi setelah berjalannya waktu kami ternyata masih punya ruang, karena kapasitas bisa menampung 100 UMKM. Jadi silahkan kami masih membuka peluang bagi para pelaku UMKM di Kudus,” ungkapnya.

Pihaknya memberlakukan standar dengan mengkurasi bagi produk yang masuk ke Dekranasda Kudus. Adapun syaratnya cukup mudah, yakni produk harus sudah memiliki PIRT, ada petunjuk kadaluarsa, ada komposisi produk yang dibuat, sudah mengantongi label halal, seerta packaging yang rapi.

“Karena apa, sebagian besar peminat produk di galeri Dekranasda ini didominasi oleh pembeli luar daerah. Syarat ini harus ada supaya pengunjung lebih percaya, terlebih agar level produk mereka naik kelas dan diminati oleh banyak orang,” jelasnya.

Ia menuturkan, pengaktifan Dekranasda Kudus sebagai bagian upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus untuk membantu hingga mengangkat level para pelaku usaha kecil. Sejauh ini untuk pemasaran yang dilakukan baru offline atau belum merambah ke penjualan online.

“Sementara ini kami masih melakukan penjualan secara offline. Mungkin ke depan kita akan merambah penjualan online juga, supaya produk-produk ini masih laris manis,” sebutnya.

Setidaknya produk yang tersedia di galeri itu berupa Industri Kecil Menengah (IKM) seperti produk fasyen, kreasi, makanan, minuman, serta lain sebagainya. Menurutnya produk yang paling diminati adalah produk dordir dan ecoprint.

“Selain produk pelaku UMKM, kami juga bekerjasama dengan Dispertan Kudus, baik di bidang peternakan maupun pertanian, untuk menampung berbagai hasil bumi lokal seperti halnya, ketela dan jeruk Desa Japan, bisa ditampung di sini,” ujarnya.

Baca Juga: Kantor Biro Umroh AWG Kudus Disegel Bank, Bagaimana Nasib Uang Jemaah?

Salah satu pelaku UMKM yang menyetorkan produknya ke Dekranasda Kudus, Ali Marzuki mengaku sangat terbantu dengan adanya galeri sebagai fasilitas yang dihadirkan untuk membantu pemasaran. Ia bahkan merasakan manfaatnya secara langsung dengan penjualan yang bagus untuk produk jenang dan dordir yang dititipkan ke Dekranasda Kudus tersebut, dibandingkan dengan pengelolaan Dekranasda sebelumnya yang dinilai tidak ada manfaatnya sama sekali.

“Alhamdulillah laris, terutama produk jenang dengan harga Rp20-40 ribu. Saya sudah setor sampai lima kali ke sini, karena memang untuk penjualannya Alhamdulillah bagus. untuk omset sekitar Rp400-500 ribu setiap kai kirim,” tuturnya usai mengirim barang ke Dekranasda Kudus, Sabtu (20/12/2025).

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER