8 Ribu Hektare Lahan di Jepara Kritis, Mayoritas di Lereng Muria 

BETANEWS.ID, JEPARA – Kabupaten Jepara turut menghadapi tantangan terhadap isu perubahan kondisi lahan. Berdasarkan data Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Pemali Jratun pada tahun 2024, dari total 102.011 hektare, 8.760,25 hektare lahannya masuk dalam kategori kritis hingga sangat kritis. 

Rinciannya sebanyak 6.686,90 hektare dalam kondisi kritis, dan sisanya 2.082,35 hektare dalam kondisi sangat kritis. 

Baca Juga: Siswa MTS di Jepara Meninggal Usai Terseret Arus Sungai 

-Advertisement-

Peta lahan kritis dan sangat kritis itu tersebar di delapan kecamatan yang sebagian besar berada di daerah lereng Gunung Muria. 

Delapan kecamatan itu yaitu Kecamatan Bangsri, Batealit, Donorojo, Keling, Kembang, Mayong, Nalumsari, dan Pakis Aji. 

Dari delapan kecamatan, tiga lokasi yang sangat kritis yaitu di Kecamatan Nalumsari seluas 441,55 hektare, Kecamatan Keling seluas 376,52 hektare, dan Kecamatan Pakis Aji seluas 347,93 hektare. 

Bupati Jepara, Witiarso Utomo mengatakan penanganan lahan kritis di Kabupaten Jepara menurutnya akan dilakukan secara perlahan. 

Pada tahun depan, ia mengaku akan fokus untuk menangani 2 ribu hektare lahan yang sudah dalam kondisi sangat kritis. 

“(Penanganan lahan kritis) sudah kita mitigasi, tahun depan 2 ribu hektare dulu kita tangani. Mudah-mudahan itu bisa terselesaikan, yang sangat kritis kita selesaikan dulu,” katanya usai kegiatan pencanangan program Jepara Menanam dan peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional Tahun 2025 di Desa Bucu, Kecamatan Kembang, pada Jumat (12/12/2025). 

Terkait penyebab terjadinya lahan kritis, Wiwit mengatakan masih akan mengecek terlebih dahulu. Namun dari data yang disampaikan Perhutani, Wiwit mengatakan terdapat perubahan fungsi lahan milik Perhutani. 

“Ini nanti kita cek dulu masalahnya, tapi dari Perhutani itu sebagaian ada perubahan lahan. Dari 14 ribu, 8 ribu jadi hutan petani. Sehingga darisana lahannya mungkin jadi kurang terarah,” ungkapnya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jepara, Rini Patmini mengatakan sebagai upaya untuk menangani lahan kritis di Jepara, pihaknya membuat program Jepara Menanam yang akan dilakukan setiap tanggal 12 Desember. 

“Sesuai arahan Pak Bupati, Jepara Menanam ini akan kita lakukan setiap tahun dan (penanamannya) tidak perlu menjelang musim hujan. Kalau tanaman kuat bisa di Januari, ya akan kita tanam di bulan itu,” ujarnya. 

Baca Juga: Mantri Bank di Jepara yang Korupsi Rp891 Juta Dituntut Enam Tahun Penjara 

Namun, pelaksanaan program itu menurutnya juga membutuhkan dukungan dari berbagai pihak untuk menyediakan bibit tanaman.  

“Untuk bibit kami ada namanya kebun bibit dinas, tapi nanti akan kita upayakan juga agar ada bantuan bibit dari berbagai pihak,” katanya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER