31 C
Kudus
Minggu, Februari 15, 2026

17 Ribu Warga Kudus Nganggur di 2025

BETANEWS.ID, KUDUS – Jumlah pengangguran terbuka di Kabupaten Kudus pada tahun 2025 tercatat sebesar 3,23 persen atau setara 17 ribu jiwa. Angka tersebut mengalami sedikit kenaikan yakni 0,04 persen dibanding tahun 2024.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kudus, Eko Suharto menyampaikan, warga Kota Kretek yang menganggur di tahun lalu berjumlah 16.510 jiwa.

Baca Juga: SMK NU Al Hidayah Kudus Kembangkan TERA, Aplikasi Ujian Digital Anti-Nyontek

-Advertisement-

“Artinya sepanjang tahun 2025 ada kenaikan jumlah pengangguran kurang lebih 490 jiwa atau sekira 0,04 persen,” ujar Eko kepada Betanews.id di ruang kerjanya, Rabu (10/12/2025).

Eko menuturkan, angka pengangguran tersebut berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) yang dilaksanakan pada Agustus tahun 2025. Berdasarkan survei tersebut, kenaikan pengangguran di Kudus dipengaruhi oleh jumlah angkatan kerja yang juga meningkat.

“Kami mencatatat pada tahun 2025 jumlah angkatan kerja di Kudus sebanyak 525,810 jiwa. Jumlah tersebut meningkat sekira 7.590 dibanding tahun lalu yang sebanyak 518.220 jiwa,” rincinya.

Angkatan kerja baru sebanyak 7.590.jiwa tersebut, kata Eko, ada 7.100 di antaranya mampu terserap dunia kerja di sepanjang tahun 2025. Sementara yang 490 jiwa jadi penambah daftar pengangguran.

Meski angka pengangguran naik tetapi warga Kudus yang bekerja juga naik pada tahun 2025, yakni sebanyak 508.810 jiwa. Jumlah tersebut ketambahan angkatan kerja baru yang terserap dunia kerja yakni sebanyak 7.100 jiwa.

Baca Juga: Masuk 25 Perusahaan Besar, RS Mardi Rahayu Terima Penghargaan Pamakarya 2025 

Dia menuturkan, Penduduk Usia Kerja (PUK) merupakan orang yang berumur 15 tahun ke atas dan jumlahnya cenderung meningkat seirinh bertambahnya jumlah penduduk di Kabupaten Kudus. Pada tahun 2025, PUK di Kota Kretek sebanyak 694.490 jiwa. Jumlah tersebut bertambah 8.330 jiwa dibanding tahun 2024.

“Sebagain besar PUK itu adalah angkatan kerja yang mencapai 525.810 jiwa. Sedangkan sisanya 168.650 jiwa tidak termasuk dalam angkatan kerja,” imbuhnya. 

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER