31 C
Kudus
Rabu, Februari 11, 2026

Mengenal Laeli, Sarjana Psikologi yang Tak Gengsi Bantu Jualan Bumbu di Pasar KlIwon Kudus

BETANEWS.ID, KUDUS – Di antara suara pedagang yang saling bersahutan di Pasar Kliwon Kudus pagi itu, tampak gadis muda sedang sibuk melayani para pembeli. Gadis tersebut bernama Laeli Praditasari lulusan Sarjana Psikologi yang tak gengsi jualan bumbu di pasar tradisional.

Setiap pagi, mulai pukul 6:00 hingga 8:00 WIB Laeli sibuk melayani pembeli yang datang membeli aneka rempah, bumbu dapur hingga bumbu racik. Setelah itu, gadis berusia 22 tahun itu melanjutkan kerja ke Balai Desa Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo untuk membantu pekerjaan administrasi.

Baca Juga: Kholik, Pengusaha Ronde yang Sukses Buka Tiga Cabang di Pati

-Advertisement-

“Saya bantu berjualan ketika pagi, karena jam delapan sudah ada kerjaan di desa. Lalu, sore sampai malam ada jadwal ngajar bimbel,” ujar Laeli belum lama ini.

Kios milik neneknya itu sudah berdiri sejak 12 tahun. Sejak masuk perguruan tinggi pada 2021, Laeli mulai rutin membantu berjualan di sela-sela jadwal kuliahnya. Kini, setelah lulus, ia masih melanjutkan kebiasaan tersebut.

“Awalnya cuma ingin bantu nenek. Tapi lama-lama jadi kebiasaan. Sekalian menambah pemasukan dan pengalaman,” kata warga Desa Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo tersebut.

Meski lulusan perguruan tinggi, Laeli mengaku, sama sekali tidak merasa gengsi berdagang di pasar. Ia justru banyak belajar soal interaksi sosial dan tanggung jawab dari pengalaman itu.

“Saya belajar langsung menghadapi orang, melayani, dan mengatur waktu. Itu juga bagian dari ilmu psikologi sosial, kan?” tuturnya sambil tertawa kecil.

Selain berjualan di pasar, Laeli juga memiliki usaha kecil di rumah. Ia menjual berbagai camilan kering seperti keripik buatan sendiri dan titipan dari produsen lokal, dipasarkan secara daring melalui media sosial.

“Saya memang suka jualan, mungkin sudah turun-temurun dari keluarga,” katanya.

Perempuan berwajah ceria ini juga aktif berkegiatan di desa dan tengah menunggu hasil seleksi kerja yang telah ia lamar. Meski sibuk, Laeli tetap meluangkan waktu untuk hobinya seperti badminton, jurnaling, dan traveling.

“Dulu sempat ke Wonosobo dan Bandungan, tapi sekarang jarang karena lebih fokus kerja dan jualan,” ungkapnya.

Baca Juga: Bonsai Santigi Milik Wayan Ternyata Pernah Ditawar Rp200 Juta

Memiliki cita-cita menjadi psikolog, Laeli terus berusaha menyeimbangkan antara mengejar karier sesuai jurusan dan meneruskan semangat jiwa kewirausahaan keluarganya.

“Bagi saya, bekerja dan membantu orang tua bukan soal gengsi. Justru di situ letak nilai hidup yang sesungguhnya,” imbuh Laeli.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER