BETANEWS.ID, KUDUS – Sebagai wujud dukungan program swasembada gula nasional hingga 2027, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus berkomitmen melakukan langkah penguatan produksi dan peningkatan kualitas tanam. Untuk itu Pemkab Kudus melakukan bongkar ratoon seluas 247 hektare dan perluasan areal tanam tebu hingga 21 hektare.
Jumlah itu tersebar di 7 kecamatan di Kabupaten Kudus. Di antaranya meliputi Kecamatan Gebog, Jekulo, Bae, Dawe, Kaliwungu, Jati, dan Mejobo. Seperti yang dilakukan pada penanaman bersama di area persawahan Gapoktan Bangunharjo, Desa Honggosoco, Kecamatan Jekulo, Kamis (27/11/2025).
Baca Juga: Ratusan Pedagang Sayur Pasar Bitingan Bakal Direlokasi ke Pasar Saerah Kudus, Begini Alasannya
Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris mengatakan, pihaknya berkomitmen mendukung dalam mengejar target swasembada gula hingga 2027 yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Hal itu dilakukan melalui peningkatan produktivitas tebu dengan memperkuat area tanam, memperkuat riset, dan pendampingan kepada petani.
“Kami optimis produksi tebu di Kudus akan terus meningkat. Ke depan kita akan berkolaborasi dengan akademisi, agar produktivitas yang saat ini mencapai sekitar 70 ton per hektare dapat meningkat untuk memperkuat kontribusi daerah dalam mendukung swasembada gula 2027,” katanya.
Ia menyampaikan terimakasihnya kepada pemerintah melalui Kementerian Pertanian RI yang telah menyerahkan bantuan tanam dan olah tanam, utamanya petani di Kabupaten Kudus. Sam’ani berharap, kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah bisa terjalin dengan baik, agar swasembada, baik pangan maupun tebu bisa terealisasi dengan baik.
“Sehingga nanti para petani juga semakin semangat dan penghasilannya juga cukup, mereka juga bisa sejahtera para petaninya bisa berdaya sehingga swasembada tercapai petaninya juga sejahtera. Terima kasih kepada Bapak Presiden lewat Kementerian Pertanian telah membantu petani,” ungkapnya.
Sementara itu, Sekertaris Direktorat Jendral Perkebunan pada Kementrian Pertanian RI, Heru Tri Widarto mengapresiasi dukungan Pemkab Kudus dalam pengembangan tanaman tebu. Menurutnya, pemerintah terus mendorong adanya peningkatan produktivitas tebu dalam penguatan ketahanan pangan nasional.
“Kami meminta dukungan penuh dari pemerintah daerah dalam memperkuat hilirisasi tebu. Indonesia memiliki peluang besar mencapai swasembada gula, mengingat dulunya Indonesia pada tahun 1993 menjadi eksportir terbesar di dunia,” jelasnya.
Saat ini, kata dia, konsumsi gula nasional mencapai 2,9 juta ton pertahun. Sedangkan pihaknya memprediksi produksi gula di tahun ini bisa mencapai 2,6 juta ton, artinya masih ada kekurangan sekitar 300 ribu ton.
“Sehingga kekurangan itu akan kami kejar di tahun 2026 dan 2027, insyaallah bisa tercapai. Karena Jateng dan DIY luasannya sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan pabrik gula (PG),” ujarnya.
Baca Juga: Enam Jabatan Kepala Dinas Pemkab Kudus Mulai Dilelang, Begini Syarat dan Ketentuannya
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus, Didik Tri Prasetiyo, menambahkan, bahwa program bongkar ratoon dan perluasan lahan tebu menjadi langkah strategis meningkatkan produktivitas petani. Tahun ini, Kabupaten Kudus melaksanakan bongkar ratoon seluas 247 hektare serta perluasan area tanam 21 hektare yang tersebar di tujuh kecamatan.
“Tahun ini petani menerima dukungan berupa bantuan benih serta fasilitas bongkar lahan untuk meningkatkan produktivitas. Langkah ini diharapkan mampu menambah pendapatan petani sekaligus memperkuat kontribusi Kudus dalam mencapai swasembada gula nasional,” jelasnya. (adv)
Editor: Haikal Rosyada

