BETANEWS.ID, KUDUS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus mengajukan pembiayaan pembangunan infrastruktur ke Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum (PU) di tahun 2026. Hal tersebut dikarenakan pada tahun depan alokasi untuk pembangunan infrastruktur sangat minim.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kudus, Harry Wibowo menyampaikan, minimnya alokasi anggaran untuk pembangunan infrastruktur tak terlepas dari pemangkasan dana transfer ke daerah (TKD) yang cukup besar. Total pembiayan infrastruktur yang diajukan kurang lebih sebesar Rp85 miliar.
Baca Juga: UMKU Tegaskan Komitmen Wujudkan Kampus Aman dan Bebas Kekerasan
“Ada dua ruas jalan dan tiga jembatan yang kami usulkan pembangunanya ke Kementerian PU. Pembangunan tersebut kurang lebih menelan sebesar Rp85 miliar,” ujar Harry kepada Betanews.id melalui sambungan telepon, belum lama ini.
Harry kemudian merinci infratruktur mana saja yang diajukan pembiayaannya ke Kementerian PU. Antara lain, pembangunan sesi dua untuk Jalan R Agil Kusumadya dengan alokasi anggaran Rp20 miliar.
“Pembangunan Jalan R Agil Kusumadya sesi 2, ruasnya lebih panjang yakni 1,4 kilometer dibanding sesi satu yang 1,1 kilometer. Lebarnya juga mencapai 17 meter,” bebernya.
Kemudian, kata Harry, ada Jalan Kudus-Kaliwungu. Menurutnya, ruas tersebut statusnya adalah jalan provinsi. Jadi biaya pembangunannya diusulkan ke Kementerian PU.
“Pembiayaan pembangunan Jalan Kudus-Kaliwungu diusulkan kurang lebih sebesar Rp 15 miliar,” ungkapnya.
Selain dua ruas jalan tersebut, lanjut Harry, ada tiga jembatan yang diusulkan pembangunanya ke Kementerian PU. Yakni Jembatan Merah di Desa Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo sesar Rp15 miliar. Jembatan Braholo Desa Hadiwarno, Kecamatan Mejobo dengan anggaran Rp10 miliar.
Baca Juga: Akademisi UMK Fasilitasi Penataan Jalur Pendakian Muria, Targetkan Pengelolaan Lebih ProfesionalÂ
“Serta jembatan penghubung antara Desa Cranggan-Tergo Kecamatan Dawe yang arah ke Kabupaten Pati dengan anggaran Rp25 miliar. Usulan pembiayan jembatan ini memang lebih besar, karena lebih panjang dan lebar dibanding jembatan lain,” jelasnya.
Harry berharap, pengajuan pembiayaan pembangunan infrastruktur baik jalan dan jembatan di tahun depan bisa diakomodir oleh Kementerian PU. Sebab, alokasi anggaran di tahun depan untuk infrastruktur sangat minim.
Editor: Haikal Rosyada

