BETANEWS.ID, KUDUS – Penyerahan program Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH) tahap kedua kembali dilakukan di Kabupaten Kudus. Program yang diselenggarakan oleh PT Djarum dan Polytron ini disambut baik oleh Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris.
Bupati Sam’ani menilai, pembangunan rumah layak huni melalui program CSR tersebut mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, atas nama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus, pihaknya mengucapkan rasa terimakasihnya kepada perusahaan yang telah membersamai merenovasi rumah masyarakat.
Baca Juga: PT Djarum dan Polytron Berikan Kado Spesial untuk 130 Masyarakat Kudus
“Kesempatan ini penyerahan RSLH tahap kedua berjalan lancar. Kami atas nama pemerintah Kabupaten Kudus mengucapkan banyak terima kasih yang tak terhingga, karena adanya CSR pembangunan RSLH bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Ia menitip pesan kepada penerima manfaat, agar rumah yang diserahkan kepada masyarakat dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Terlebih hal itu dapat meningkatkan pola hidup sehat di masyarakat.
“Semoga rumah yang diberikan ini bisa difungsikan, digunakan, dan membawa masyarakat semakin sehat dan sejahtera,” paparnya.
Sam’ani menyampaikan, bahwa Kudus menyambut baik program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), yakni skema kredit perbankan untuk rumah bersubsidi. Pemkab Kudus ke depan akan menjalin kerja sama dengan perbankan agar masyarakat semakin mudah mengakses program tersebut.
“Program CSR dari PT Djarum dan Polytron ini sekaligus mendukung program pemerintah pusat melalui Asta Cita 3 juta rumah yang digagas Presiden Prabowo. Targetnya, di Kudus ini bisa segera tuntas pada tahun kelima nanti,” tegasnya.
Lebih lanjut, Sam’ani menyebut, saat ini di Kudus tersedia 73 unit rumah bersubsidi melalui FLPP. Namun, jumlah itu akan terus bertambah seiring keterlibatan pengembang. Salah satu contohnya yakni adanya perumahan ASN (Alum Sari Nirwana) dari Koperasi Djarum yang diperuntukkan bagi PNS dan masyarakat tidak mampu.
Selain itu, Pemkab juga menyediakan rumah susun dengan kapasitas 150 kamar yang bisa disewa masyarakat berpenghasilan rendah. Dengan sinergi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat, Sam’ani optimistis program perumahan di Kudus dapat memberikan manfaat nyata serta menjawab kebutuhan hunian layak bagi warga.
Baca Juga: Hidup Sebatang Kara, Jumadi Kini Bersyukur Rumahnya Direnovasi PT Djarum
“Kalau masyarakat tidak mampu bisa sewa dulu, atau ketika rumahnya sedang dibangun bisa ditempati sementara. Bahkan hotel di Colo juga bisa dimanfaatkan ketika pembangunan rumah berlangsung,” jelasnya.
Editor: Haikal Rosyada

