BETANEWS.ID, KUDUS – Paguyuban Pedagang Kaki Lima Car Free Day (PKL CFD) menggelar pelatihan tataboga di Aula UPT BLK Disnakerperinkop dan UKM. Kegiatan yang bertujuan untuk memfasilitasi pengembangan pelaku usaha terutama PKL CFD di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus itu digelar selama Selasa-Kamis (26-28/8/2025).
Acara pembukaan dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Kudus, Bellinda Birton. Usai membuka, Bellinda mengatakan, kegiatan itu dapat dimanfaatkan para peserta dengan sebaik-baiknya.
Baca Juga: Layanan Darurat Kudus Siaga 112 Diresmikan, Bellinda Minta Tidak Disalahgunakan
“Para peserta bisa memanfaatkan kegiatan ini dengan sungguh-sungguh dan ilmu bisa diterapkan. Harapannya, penjual bisa meningkatkan mutu kualitas produk dan makanannya serta yang pasti bisa dikonsumsi oleh masyarakat luas,” bebernya, Selasa (26/8/2025).
Tak hanya sebagai fasilitas untuk pelaku usaha, kata dia, kegiatan itu juga sebagai tempat untuk membina pelaku untuk lebih berhati-hati dalam memperjualbelikan produknya. Mengingat, di CFD sempat ditemukan produk yang mengandung Rodamin B di dalam produk getuk.
“Sehingga ini sekaligus memfasilitasi mereka untuk lebih memperhatikan kualitas produknya yang dijual di CFD dan jangan sampai hal itu terulang kembali,” ungkapnya.

Selain itu, Bellinda juga akan mengupayakan dan membantu para pelaku usaha untuk memfasilitasi mereka dengan sertifikasi halal, BPOM, Pirt, dan lain sebagainya. Hal itu untuk menunjang meraka agar produk yang dijual lebih aman dikonsumsi.
Ketua Paguyuban PKL CFD Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, Yanuar Hilmy menambahkan, bahwa pelatihan tataboga tersebut merupakan inisiatif paguyuban untuk memfasilitasi anggota. Terlebih ia berharap dengan adanya kegiatan tersebut bisa meningkatkan kemampuan dan pengembangan usaha para pelaku.
“Kalau hanya jualan cilok di area PKL atau hanya produk itu-itu saja, dengan pelatihan ini bisa menambah ilmu dan memanfaatkan ilmu ini mengembangkan bidang usahanya ke depan. Utamanya untuk mereka bisa berinovasi dengan produk lainnya,” bebernya.
Ia menuturkan, ada sebanyak 96 peserta dalam kegiatan itu yang dibagi menjadi tiga. Sehingga dalam sehari setidaknya peserta ada 32 orang belajar memasak dengan mentor Chef Veronica Julia Ratnasari.
“Ada enam menu, di mana dalam sehari mereka belajar dua menu. Di antaranya, odeng, moci, tiramisu sodok, sate merah, yakitori, dan cake comel,” tuturnya.
Hilmy mengaku, antusiasme peserta dengan adanya kegiatan itu sangat tinggi. Namun karena keterbatasan tempat dan peralatan, pihaknya hanya bisa menampung dengan jumlah tersebut.
“Sebenarnya untuk jumlah anggota paguyuban CFD kurang lebih ada 600 orang. Tapi karena tempat dan peralatan jadinya hanya bisa menampung ini saja. Ini merupakan kegiatan perdana,” terangnya.
Baca Juga: Tuntaskan Genangan di Perempatan Jember, Pemkab Kudus Genjot Pembangunan Drainase
Sementara itu, Chef pengampu pelatihan, Veronica Julia Ratnasari menjelaskan, alasan pemilihan enam menu tersebut karena sedang hits digandrungi oleh banyak masyarakat dan praktis. Menurutnya, menu itu juga mudah dibuat dan bisa meningkatkan ekonomi para pelaku usaha.
“Harapannya, ibu-ibu update kemampuan dan meraka berjualan seperti biasa tapi sambil menambah menu baru. Dalam proses pelatihan ini setidaknya satu menu bisa dilaksakan 2 jam,” imbuhnya. (adv)
Editor: Haikal Rosyada

