BETANEWS.ID, KUDUS – Pembangunan infrastruktur di Kabupaten Kudus pada tahun lalu banyak yang dikeluhkan oleh masyarakat. Hal tersebut dikarenakan hasil pembangunan dianggap asal jadi, kurang rapi serta kualitasnya juga kurang bagus.
Oleh karenanya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kudus bertekat hal itu tak terjadi lagi pada tahun ini. Langkah-langkah antisipasi pun bakal dilakukan.
Baca Juga: Separuh Jalan R Agil Kusumadya Kudus Bakal Diperbaiki, Telan Anggaran Rp12 M
Pelaksana Tugas (Plt) Dinas PUPR Kabupaten Kudus, Harry Wibowo mengaku, memang sudah melakukan langkah antisipasi agar hasil pembangunan bagus dan kuat. Di antaranya yakni mengoptimalkan para tenaga konsultan tenaga pengawas proyek.
“Setiap.proyek yang dikerjakan nantinya diawasi dengan seksama oleh konsultan pengawas. Hal tersebut guna memastikan hasil pekerjaan terjamin mutu dan kualitasnya,” ujar Harry melalui sambungan telepon, belum lama ini.
Lebih lanjut Harry mengatakan, selain itu Dinas PUPR juga meminta kepada rekanan kontraktor agar tak hanya bekerja sama hanya dengan satu ready mix. Tetapi, kerja sama dengan beberapa ready mix.
“Sehingga tidak hanya menggantungkan satu ready mix saja. Namun, secara mutu dan kualitas harus sama bagusnya,” tandas Harry.
Dia mengungkapkan, persoalan pembangunan sebelumnya kan mungkin usia beton kurang. Hal tersebut terjadi, dikarenakan mungkin hanya bergantung pada satu vendor ready mix.
“Di Kudus ini kan ready mix sudah ada banyak. Kalau MP atau site mix di Kudus hanya ada satu, jadi bisa kolaborasi dengan yang ada di daerah Pati dan Jepara. Sehingga tidak ada alasan terlambat karena alasan ready mix atau MPnya terbatas,” jelasnya.
Sebagai informasi, ada beberapa pekerjaan infrastruktur di Kabupaten Kudus yang bermasalah pada tahun lalu. Di antaranya pemasangan paving block di Jalan Kiai Haji Ahmad Dahlan yang bergelombang dan berlumpur.
Baca Juga: Dianggarkan Rp5 Juta, Talang Bocor Pasar Kliwon Bakal Diganti
Kemudian pembangunan drainase di sepanjang Jalan Kiai Haji Turaichan yang mengakibatkan jalan tersebut beberapa kali ambrol. Hal serupa juga terjadi di pembangunan drainase Jalan Sunan Kudus.
Di Jalan Sunan Kudus, tak hanya persoalan ambrol saja. Pengaspalan jalan tersebut juga lebih tinggi dari jalan yang lama. Sehingga jalan tidak rata dan sekarang mulai diaspal ulang. Pekerjaan yang berulang, tentu membuat pekerjaan tidak rapi tetapi juga boros anggaran.
Editor: Haikal Rosyada

