Bulutangkis Indonesia Kembali ke Jalurnya, Ketua PB Djarum Ingatkan Pentingnya Kaderisasi

BETANEWS.ID, KUDUS – Sempat “puasa gelar”, para atlet bulu tangkis Indonesia kembali menunjukkan sinyal positif. Lama tak bawa gelar di turnamen BWF selama delapan bulan, disinyalir disebabkan adanya perombakan jajaran tim pengurus Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI).

Hal itu dianggap wajar oleh Ketua PB Djarum sekaligus Program Direktor Bhakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, mengingat perombakan jajaran pengurus butuh waktu adaptasi. Bahkan, adaptasi selama delapan bulan ini menurutnya sudah bagus karena sudah ada atlet yang meraih gelar juara di even internasional.

Baca Juga: Wiwit Ajukan Inpres Jalan di Jepara Senilai Rp97 Miliar

-Advertisement-

“Sebelumnya puasa gelar, ya kan adaptasi karena ada penggantian pengurus. Adaptasi sampai delapan bulan, pecah telur sudah bagus,” katanya saat ditemui usai penyerahan hadiah MilkLife Soccer Challenge Kudus Seri 1 2025-2026, Minggu (3/8/2025).

Pemasangan ganda putra baru, yakni Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, disebut sukses hingga dapat memecahkan telur dengan meraih gelar juara BWF World Tour Super 1000 China Open 2025 lalu. Tak berhenti disitu, pemain tunggal putra Alwi Farhan menyusul dan menjadi juara BWF Super 300 Makau Open 2025, yang merupakan gelar pertamanya.

“Mulai membaik, ada juara dan mulai pecah telur. Di Super 1000, Fajar/Fikri juara, Super 300, Alwi pecah. Biasanya sih nular, nanti makin banyak gelar juara. Mudah-mudahan di kejuaraan yang akan datang ini ada yang nyangkut (juara lagi),” tuturnya.

Yoppy menekankan pentingnya kaderisasi dalam ekosistem pembinaan bulu tangkis di Indonesia. Ia mengingatkan agar perhatian tak hanya tertuju pada atlet-atlet bintang.

“Jangan kalau ada bintang, itu yang disorot terus, kadernya dilupakan. Gak boleh begitu. Harus konsisten dan holistik secara keseluruhan. Karena kalau bolong-bolong, kita gak bagus,” tegasnya.

Ia memastikan sistem pembinaan di PB Djarum akan terus berjalan dengan adanya audisi tiap tahun. Kini, usia peserta audisi semakin muda, yakni mulai dari 10 tahun, untuk menggantikan angkatan sebelumnya yang kini naik ke jenjang lebih tinggi.

“Tahun ini dari PB Djarum yang masuk ke pelatnas ada 8 atlet. Yang lain juga ada yang setara dengan pelatnas. Itu adalah proses bagus dalam ekosistem,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Yoppy menilai pembinaan bulu tangkis di Indonesia sudah berjalan cukup baik. Hanya saja memang membutuhkan kesabaran dari para pemerhati dan pencinta bulu tepok tersebut.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER