31 C
Kudus
Sabtu, Februari 14, 2026

Berkat Sumur Dalam, Petani Desa Banget Kudus Bisa Tanam Padi Tiga Kali Setahun

BETANEWS.ID, KUDUS – Di tengah musim kemarau yang biasanya membuat sawah mengering, petani Desa Banget, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus tetap mampu menanam padi hingga tiga kali setahun. Keberhasilan itu tak lepas dari pemanfaatan sumur dalam sebagai sumber pengairan utama, terutama pada musim tanam ketiga (MT 3).

Ketua Kelompok Tani (Poktan) Makmur Desa Banget, Tholikan (45), menyampaikan bahwa saat ini tanaman padi pada MT 3 sudah berusia sekitar satu bulan. Ia memperkirakan harga gabah saat panen nanti bisa Rp7 ribu per kilogram, bahkan berpotensi lebih tinggi, mengingat pada MT 3 tahun lalu sempat menyentuh Rp7,8 ribu per kilogram.

Baca Juga: Akan Bertambah 3 di Bulan Agustus, Kudus Bakal Ada10 Dapur MBG Dari Target 88

-Advertisement-

“Kalau musim kemarau, banyak wilayah yang tidak bisa menanam padi karena pasokan air terbatas. Di sini, berkat empat sumur dalam sawah tetap bisa ditanami padi,” ujar Tholikan saat ditemui di area persawahan Desa Banget, Senin (11/8/2025).

Meski demikian, Tholikan mengakui bahwa produksi padi di MT 3 lebih rendah dibanding MT 1 dan MT 2, yaitu antara 4 sampai 5 ton per hektare. Namun, harga jual yang lebih tinggi membuat petani tetap mendapatkan keuntungan yang cukup baik.

“Bahkan jika cuaca mendukung dan serangan hama terkendali, hasil panen MT 3 bisa menembus 5,5 ton per hektare,” bebernya.

Dia mengungkapkan, tantangan terbesar yang dihadapi petani Desa Banget, Kecamatan Kaliwungu adalah serangan hama tikus, yang hampir selalu muncul di semua musim tanam. Tak hanya di MT 3 saja, hama tikus juga menyerang pada MT 1 dan MT 2.

“Berbagai cara dilakukan untuk menanggulanginya, mulai dari pemasangan perangkap listrik, pemberian racun, hingga perburuan langsung di area persawahan,” ungkapnya.

Dia menyampaikan, pada MT 3 tahun ini, petani Desa Banget menanam varietas padi Inpari 32. Varietas ini dipilih karena dinilai tahan terhadap beberapa jenis penyakit dan memiliki produktivitas yang cukup baik di lahan dengan pengairan terbatas.

Dia menambahkan, hasil panen MT 2 lalu cukup menggembirakan. Lahan yang tidak terserang hama mampu menghasilkan 5,5 sampai 6 ton per hektare dengan harga gabah Rp6.9 ribu sampai Rp7.2 ribu per kilogram, jauh di atas harga pembelian pemerintah (HPP) yang ditetapkan Bulog sebesar Rp6.5 ribu per kilogram.

“Total ada empat sumur dalam di Desa Banget, Kecamatan Kaliwungu. Ke empat sumur tersebut mampu mengairi tanaman padi seluas 105 hektare,” imbuhnya.

Baca Juga: Gaya Hidup Istri ASN Disebut bisa Picu Korupsi, Inspektorat Kudus Lakukan Ini

Sementara itu, Kabid Tanaman Pangan dan Perkebunan Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kabupaten Kudus, Agus Setiawan menyampaikan, memang ada beberapa lahan yang bisa ditanami padi hingga tiga kali. Di antaranya, lahan di Kecamatan Jekulo, Kecamatan Mejobo, dan Kecamatan Kaliwungu.

“Di Kecamatan Kaliwungu bisa MT 3, pengairannya menggunakan sumur dalam. Di Kecamatan Jekulo dan Mejobo pengairan dari Bendungan Logung,” ujar Agus melalui sambungan telepon.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER