31 C
Kudus
Selasa, Januari 27, 2026

Wadul ke Bupati, Orang Tua Anak Down Sindrome di Kudus Meminta Sekolah Gratis di SLB

BETANEWS.ID, KUDUS – Harapan besar disampaikan Ari Chumaedi (40), seorang warga Desa Tanjungkarang RT 2 RW 1, Kecamatan Jati, ke Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris. Sebagai orang tua, dia ingin agar anak pertamanya, Aryani Marwa Artika (8), bisa memperoleh pendidikan layak di Sekolah Luar Biasa (SLB). 

Anak yang diduga mengalami down syndrome dan spektrum autisme ini, menanti asesmen psikologis sebagai syarat masuk SLB. Dugaan tersebut, setelah lintas OPD Kabupaten Kudus, Dinas Sosial, Disdikpora, SLB Purwosari, hingga Baznas meninjau kondisi Marwa di kediamannya, Senin (21/7/2025).

Ari yang bekerja di perusahaan swasta PT Pura Kudus, mengaku sudah sejak lama memperjuangkan pendidikan anaknya. Bahkan saat Marwa lahir, dia sudah mengetahui anaknya mengalami down sindrome dari pihak dokter yang melakukan persalinan.

-Advertisement-

Baca juga: Tanggapi Sekolah di Kudus Ada yang Tak Dapat Murid, Pemkab Siapkan Langkah Solutif

Saat ini dia berupaya agar anaknya bisa bersekolah, termasuk sudah pernah berkonsultasi ke sejumlah dokter spesialis, hingga membawa putrinya menjalani terapi tradisional dan alternatif di usianya 3 tahun.

“Sejak lahir sampai usia tiga tahun anak saya belum bisa berdiri. Setelah terapi alternatif, baru bisa jalan. Lalu fokus saya ke kemampuan bicaranya, tapi waktu konsultasi ke dokter spesialis anak tidak ada progres. Termasuk di usia empat tahun saya bawa ke RSUD, juga tidak ada tindaklanjut,” katanya, Senin (21/7/2025).

Ketika Marwa menginjak usia tujuh tahun, ia sempat akan dimasukkan ke SLB. Namun karena hiperaktif dan sering berlari tanpa arah, menurutnya, pihak sekolah tak mampu membimbing apabila nanti anaknya sampai berlari kesana kemari.

Sehingga Ari menitipkan sementara anaknya ke bude untuk mendapatkan pengawasan ketika dia dan istrinya bekerja.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER