BETANEWS.ID, JEPARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara meluncurkan program Wisata Terintegrasi Kecamatan Pakisaji di Obyek Wisata Pandan Arum, Desa Suwawal Timur, Rabu (09/07/2025).
Bupati Jepara, Witiarso Utomo mengatakan wisata terintegrasi tersebut merupakan langkah awal untuk menjadikan Pakisaji sebagai pilot project pengembangan wisata berbasis potensi lokal yang terintegrasi dengan penguatan ekonomi desa melalui Badan Usaha Milik Desa Bersama (Bumdesma).
Baca Juga: Bayi Berusia 2,5 Bulan di Jepara Meninggal Usai Suntik Imunisasi
“Alhamdulillah hari ini kita launching wisata terintegrasi Kecamatan Pakisaji. Kami rencanakan pembentukan Bumdesma untuk mengelola potensi ini secara kolektif,” katanya usai kegiatan peluncuran wisata terintegrasi di Desa Suwawal Timur.
Ia melanjutkan wisata terintegrasi tersebut merupakan kolaborasi delapan desa di Kecamatan Pakisaji. Nantinya, wisatawan bisa menikmati paket berbagai destinasi wisata yang ada di delapan desa tersebut.
Di Suwawal Timur misalnya, wisatawan bisa menikmati obyek wisata Pandan Arum dengan berbagai aneka permainan anak, kebun anggur dan hasil perkebunan lainnya.
Lalu di Desa Lebak wisata peternakan dan perah susu kambing, Desa Bulungan ada sentra jamur tiram, produk almari dan bufet. Desa Plajan terdapat Goa Sakti, wisata religi di Pura Dharma Loka hingga Pasar Payung.
Sarana transportasi untuk menuju satu lokasi ke lokasi lainnya bisa menggunakan jeep atau armada lainnya.
Selain itu, pogram tersebut menurutnya juga selaras dengan kebijakan pusat, di mana 20 persen alokasi dana dari APBDes diwajibkan untuk mendukung ketahanan pangan. Dana tersebut akan diintegrasikan ke dalam skema bisnis wisata edukatif yang juga mendukung sektor pertanian di Pakisaji.
“Kalau setiap tahun ada alokasi 20 persen, maka itu bisa jadi kekuatan besar. Pemkab Jepara juga akan ikut mendampingi dan menyusun skema bisnis yang lebih baik agar ketahanan pangan dan wisata edukasi ini saling menguatkan,” jelasnya.
Untuk tahap awal, program tersebut akan menyasar sektor pendidikan sebagai penggerak utama. Nantinya, apabila program ini berjalan dengan baik dan menarik, akan dikembangkan untuk menyasar wisatawan luar daerah.
“Saat ini kita juga melakukan pemetaan potensi masing-masing desa lainnya. Ini juga menjadi dasar pengembangan program wisata dan ketahanan pangan terintegrasi,” tandasnya.
Baca Juga: Tahun Ajaran Baru Sekolah Rakyat di Jepara Dipastikan Tidak Bisa Sama
Kepala Desa Lebak, M Shodiq mengaku akan pihaknya mendukung program Pemkab Jepara sebab bisa membantu pemerintahan desa di Kecamatan Pakisaji untuk berkolaborasi mendongkrak potensi wisata yang dimiliki masing-masing desa.
“Kita sangat mendukung. Ini akan menjadikan Pakisaji benar-benar aji dan nantinya ada multiflyer effect yang bisa dirasakan masyarakat,” katanya.
Editor: Haikal Rosyada

