Siapa yang Menyangka, TNI Ternyata Juga Bisa Ajar Matematika dengan Konsep Menyenangkan

BETANEWS.ID, KUDUS – Suasana berbeda terlihat di SD 4 Kandangmas saat anggota TNI dari Kodim 0722/Kudus mengajar matematika di hadapan puluhan siswa kelas 1. Bukan dengan cara biasa, mereka memperkenalkan metode Gasing (Gampang, Asyik, dan Menyenangkan), yang membuat pelajaran menjadi lebih asyik dan disambut antusias oleh para siswa.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-125 di Desa Kandangmas, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, yang tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga menyasar kegiatan non fisik.

Baca Juga: 132 Kopdes Merah Putih di Kudus Terbentuk, Tapi Baru 10 yang Sudah Punya NIB, Ini Sebabnya

-Advertisement-

Plt Kepala SD 4 Kandangmas, Suwito, menyambut baik keterlibatan TNI dalam kegiatan belajar-mengajar kepada anak didiknya. Ia menilai kehadiran sosok TNI membawa dampak positif terhadap kedisiplinan dan semangat belajar bagi siswa.

“Kami sangat antusias sekali dengan adanya TNI di sekolah, apalagi mereka berkenan mengajar matematika dengan metode menyenangkan seperti Gasing. Sosok bapak TNI ini bisa jadi figur yang membangun kedisiplinan siswa,” ungkapnya saat ditemui diruangannya, Kamis (31/7/2025).

Metode Gasing yang diperkenalkan meliputi tiga pendekatan pengenalan bilangan 1-5, yaitu metode konkret (I, II, III, IIII, IIIII), abstrak (1, 2, 3, 4, 5), dan metode isyarat (mencoblak) yang memperagakan angka dengan gerakan tangan.

Sebelum pelajaran dimulai, siswa diajak senam bersama, yang membuat suasana semakin cair dan semangat.

“Selama saya di sini, baru pertama kali melihat langsung TNI mengajar di kelas. Ternyata siswa tidak takut, malah semakin semangat dan senang belajar,” bebernya.

Serda, Sukron Makmun dari Kodim 0722/Kudus, yang menjadi pengajar hari itu, mengaku antusias bisa terlibat langsung mengajar siswa kelas 1. Ia menyebut kegiatan ini juga selaras dengan misi TNI AD untuk mencerdaskan kehidupan bangsa menuju Indonesia Emas 2045.

“Sebelum mengajar, kami belajar dulu. Persiapan sekitar satu jam, lalu mengajar satu jam. Memang sempat grogi, tapi saat lihat anak-anak semangat, kita jadi ikut semangat,” ujarnya.

Ia menuturkan, pendekatan dilakukan secara komunikatif dan menggunakan stik bambu agar anak-anak lebih mudah memahami, apalagi siswa kelas 1 masih dalam masa transisi dari jenjang TK.

Baca Juga: Gemuruh Suara Kagetkan Sulikan, Tak Ada Angin atau Hujan Rumah Adiknya di Bulungcangkring Roboh

Dandim 0722/Kudus, Letkol Inf Hermawan Setya Budi menambahkan, pemberdayaan atau TMMD yang dilakukan tidak hanya menyasar fisik tapi juga non fisik. Salah satunya kegiatan non fisik berupa penyuluhan dengan Babinsa mengajar matematika dengan metode gasing. 

“Itu cara mudah dan praktis untuk anak bisa menerima materi pembelajaran dengan cara asyik. Selain itu, menjelang 17 Agustus kita akan membuat acara spektakuler di Desa Kandangmas,” imbuhnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER