BETANEWS.ID, PATI – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pati menyebut, ratusan sekolah dasar (SD) akan dilakukan penggabungan pada tahun ajaran baru 2025/2026 ini. Langkah itu dinilai dapat membuat kegiatan belajar mengajar menjadi lebih efektif.
Hal tersebut diungkapkan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pati Andrik Sulaksono. Dia menyebut, regrouping itu sudah bisa dilakukan di tahun ajaran baru pada Juli ini.
Baca Juga: Pasar Yaik Pati Akan Dibongkar, Pedagang Cemas Kehilangan Tempat Cari Nafkah
“Untuk surat keputusan (SK) saat ini sudah keluar, tinggal penyesuaian saja,” ujarnya.
Andrik menyebut, pada tahun pertama ini, akan ada 137 sekolah yang dilakukan penggabungan. Nantinya dari seratusan sekolah itu akan menjadi 66 sekolah.
“Jadi dari 137 menjadi 66 sekolah,” imbuhnya.
Andrik juga menyebut, dalam regrouping akan diikuti dengan mutasi guru. Sehingga langkah itu dapat menjadi solusi dalam pemenuhan kebutuhan guru yang terjadi sekarang ini.
“Jadi guru-gurunya juga akan ikut dimutasi. Karena banyak juga sekolah yang kekurangan guru,” imbuhnya.
Tak tanggung-tanggung, Andrik menyebut ada sekitar 500 guru yang ikut dimutasi dalam proses regrouping tersebut. Dia juga mengaku akan berupaya mengakomodir guru tidak tetap yang telah masuk dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
Baca Juga: Sulap Eceng Gondok Jadi Pupuk, Petani di Pati Sukses Panen Padi hingga 10 Ton Satu Hektare
Andrik juga mengatakan, proses regrouping tak hanya dilakukan tahun ini saja. Rencananya, pada tahun 2026 mendatang, proses regrouping akan dilanjutkan. Pada tahap kedua nantinya akan kembali dipetakan sekolah yang memungkinkan digabung.
“Tahap kedua masih kami petakan. Kami sesuaikan situasi yang ada termasuk tenaga kependidikannya,” pungkasnya.
Editor: Haikal Rosyada

