BETANEWS.ID, JEPARA – Bupati Jepara, Witiarso Utomo mengaku akan memberi ijin kepada Persijap Jepara untuk menjalani sesi latihan di Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK) dan Stadion Kamal Junaidi, namun terdapat syarat yang harus dipenuhi oleh manajemen tim Laskar Kalinyamat.
Wiwit mengatakan saat ini Pemkab Jepara berdiskusi dengan manajemen Persijap terkait pengelolaan dua lapangan kebanggaan masyarakat Kabupaten Jepara.
“Saya sudah diskusi dengan Persijap. Dimana nanti lapangan Gelora Bumi Kartini (GBK) akan dikelola oleh Persijap. Sementara Lapangan Kamal Junaidi juga akan dikelola untuk latihan, dengan syarat Persijap harus merekrut anak-anak dari Jepara,” katanya pada Rabu, (23/7/2025).
Baca juga: Stadion GBK Dipastikan Jadi Kandang Persijap di Liga 1 2025/2026
Wiwit berharap dengan bergabungnya pemain lokal untuk mengisi skuad Persijap tidak hanya sekadar memberi ruang kepada talenta lokal, tetapi juga agar Persijap benar-benar menjadi kebanggaan masyarakat Jepara.
Sebagaimana diketahui, Persijap Jepara akan berlaga di Liga 1 BRI Super League Musim 2025/2026. Sesuai jadwal, Persijap akan melakoni laga perdana di Stadion GBK Jepara melawan Persib Bandung pada tanggal 9 Agustus 2025 mendatang.
“Persijap harus merekrut anak-anak Jepara. Siapapun pelatihnya harus ada kuota talenta lokal. Ini sudah dibuat draft oleh Pak Ary (Pj Sekda Jepara),” katanya.
Baca juga: Pemain Asal Portugal, Diogo Araújo Brito Resmi Perkuat Lini Pertahanan Persijap
Wiwit menekankan pentingnya memberi ruang bagi talenta-talenta muda lokal agar tidak hijrah ke klub di daerah lain. Namun, untuk berapa kuota yang akan di isi, ia mengatakan saat ini belum disepakati.
“Persijap saat ini sudah berprestasi. Tapi kita akan lebih bangga kalau isinya kebanyakan dari anak-anak Jepara. Masak talenta lokal tidak ada yang bagus, pasti ada yang bagus,” ujarnya.
Editor: Suwoko

