BETANEWS.ID, JEPARA- Kisah pilu dialami Sawijah (72), seorang Lansia asal Desa Banyumanis, Dukuh Karanganyar RT 5/RW 6, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara. Warung miliknya yang menjadi sumber penghasilan tiba-tiba hangus terbakar.
Kasatreskrim Polres Jepara, AKP M Faizal Umar Rela mengatakan kejadian tersebut terjadi pada Sabtu, (12/7/2025) sekitar pukul 05.00 WIB.
Wildan menjelaskan awal mula kejadian tersebut diketahui oleh warga yang pada saat itu sedang perjalanan menuju ke sawah. Mengatahui kejadian tersebut, ia kemudian memberitahu kepada Mbah Sawijah.
Baca juga: Terlanjur Terima Order dari AS, Pengrajin Mebel Jepara Pusing Hadapi Kenaikan Tarif Trump
“Setelah tahu warungnya terbakar, Mbah Sawijah pemilik warung langsung mendatangi warungnya. Mbah Sawijah sempat berusaha memadamkan api menggunakan air dari sungai, tapi apinya tidak berhasil padam,” katanya melalui laporan resmi, Senin (14/7/2025).
Lebih lanjut Wildan menjelaskan, karena tidak berhasil memadamkan api, Mbah Sawijah kemudian memberitahu tetangga rumahnya untuk melaporkan kejadian tersebut kepada pihak Pemerintah Desa (Pemdes) Banyumanis.
Pihaknya kemudian melakukan pengecekan ke lokasi warung Mbah Sawijah. Hasilnya barang bukti yang tersisa yaitu hanya tiang penyangga warung dan sisa-sisa asbes yang belum hangus terbakar.
Sementara barang-barang milik Mbah Sawijah yang ikut terbakar yaitu minuman merk Sprit dan fanta botolan, Pop mie dan sarimi, kerupuk dan makanan ringan, susu kotak, kopi sachet berbagai merk, termos, serta peralatan makan dan memasak.
“Akibat kejadian ini kerugian yang dialami Mbah Sawijah sekitar Rp1 juta. Dan saat ini kita masih melakukan penyelidikan lebih lanjut,” katanya.
Baca juga: Ditarget Rampung Akhir Tahun, Jalan Jepara-Kudus Akhirnya diperbaiki
Sementara itu, dari video yang diterima Betanews.id, Mbah Sawijah bercerita bahwa modal untuk membuat warung tersebut merupakan hasil dari meminjam kepada pihak bank. Saat ini, hutangnya juga belum lunas dan masih menyisakan cicilan sebesar Rp1,5 juta.
“Modale hutang bank, hutangnya ini masih Rp1,5 juta. Dagangannya ini hasil titipan dari orang, nanti kalau sudah laku, uangnya baru disetor,” katanya.
Editor: Suwoko

