BETANEWS.ID, KUDUS – Pimpinan Direksi periode 2025-2030 Rumah Sakit Islam (RSI) Sunan Kudus resmi dilantik, Selasa (8/7/2025). dr Ahmad Syaifuddin, di periode sebelumnya menjabat sebagai Direktur RSI, 2020-2025 masih dipercaya untuk memberikan pelayanan terhadap masyarakat.
Pria yang akrab disapa Ipul itu mengatakan, sebuah tanggung jawab besar yang diembannya lima tahun kedepan, merupakan amanah yang harus ia jalani. Untuk itu pihaknya meminta kepada semua pihak untuk mendukung dalam mewujudkan RSI yang lebih baik.
Baca Juga: Tak Ingin Jadi Perda Pepesan Kosong, Fraksi PKB DPRD Kudus Kawal Ketat Perda Produk Halal
“Mohon doanya untuk mewujudkan RSI ini adalah milik umat, karena RSI ini memang milik umat. Jadi mau kita kembalikan, mengenai kemaslahatan yang benar-benar bisa dirasakan oleh semua masyarakat,” tuturnya.
Ia berharap, RSI bisa menjadi pilihan utama bagi masyarakat untuk pelayanan kesehatan, dan pihaknya berharap bisa mewujudkan cita-cita para pendiri. Menurutnya, hal itu tak mudah seperti mengembalikan telapak tangan, apalagi tantangan ke depan semua pelayanan akan berbasis kompetensi.
“Ini adalah tantangan yang besar yang harus kita wujudkan, sehingga kita bisa memberikan pelayanan yang kompeten, bagus, nyaman, dan mudah untuk masyarakat Kudus dan sekitarnya. Setidaknya nanti ada kompetensi rumah sakit dasar, madya, utama,dan Paripurna,” jelasnya.
Ketua panitia pelantikan sekaligus Dewan Pengawas RSI Kudus, Noor Yasin, menyampaikan, pelantikan ini merupakan bagian dari pergantian periode lima tahunan. Masa jabatan direksi sebelumnya resmi berakhir pada 8 Juli 2025.
“Yang menjadi pertimbangan kami, selama ini kinerja direksi sebelumnya sudah baik, baik dari sisi pelayanan, mutu, hingga sarana prasarana. Tapi tetap kami evaluasi kinerjanya selama lima tahun terakhir berdasarkan indikator dalam Permenkes 30, terkait mutu pelayanan dan keselamatan pasien,” ungkapnya.
Ia menyebut, pemilihan direksi RSI Sunan Kudus mengacu pada indikator mengenai peningkatan mutu dan keselamatan pasien. Di antaranya meliputi indikator nasional mutu, indikator mutu prioritas rs, dan indikator sasaran keselamatan pasien.
Dia berharap, direksi baru bisa melanjutkan kinerja yang sudah baik dan meningkatkan pelayanan, khususnya bagi pasien BPJS yang mendominasi hingga 90 persen dari total pasien RSI Sunan Kudus.
“Prinsip kami, rumah sakit harus melayani siapapun, baik pasien BPJS maupun non-BPJS,” tuturnya.
Baca Juga: Pemkab Kudus Gelontorkam Dana Cukai dan DAK untuk Pembangunan 4 Faskes
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Andini Aridewi, mengucapkan selamat kepada direksi baru RSI Sunan Kudus. Ia berharap kolaborasi yang telah terjalin selama ini bisa terus ditingkatkan.
“Pelayanan JKN tetap harus diberikan semaksimal mungkin sesuai kaidah yang ada. Yang terpenting adalah keselamatan, kenyamanan, dan kesembuhan pasien. Rumah sakit juga harus terus menyesuaikan dengan kebijakan nasional di bidang kesehatan,” ujar Andini.
Editor: Haikal Rosyada

