BETANEWS.ID, JEPARA – Suasana duka masih menyelimuti pasangan muda asal Mauliddiva Muhammad Kenang Kana (26) dan Reza Meutia Agustina (20) warga Desa Wanusobo RT 5 RW 1, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara saat menceritakan putri pertamanya yang meninggal pada (29/6/2025) lalu.
Diva, ayah bayi tersebut bercerita putrinya baru lahir pada tanggal 2 April 2025 lalu. Putrinya meninggal setelah 17 hari mendapatkan suntik imunisasi DPT 1 pada Kamis, (12/6/2025). Dari keterangan dokter yang disampaikan saat memeriksakan putrinya, ia mengatakan putrinya meninggal disebabkan karena infeksi bakteri yang berasal saat proses imunisasi.
Baca Juga: Ngadu ke DPRD Jepara, Orang Tua Bayi yang Diduga Meninggal Setelah Imunisasi Mengaku Kecewa
“Dari penjelasan dokter, bilangnya karena infeksi bakteri yang berasal dari imunisasi,” kata Diva saat ditemui di kediamannya, Rabu (9/7/2025).
Sebelum meninggal, pada Jumat (27/7/2025) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB putrinya tiba-tiba terbangun dan matanya melihat ke atas. Saat itu putrinya hanya terdiam dan tidak bersuara.
Kemudian paginya ia membawa putrinya berobat ke Klinik Ananda Dr. Ahmad Fuad di Desa Troso Kecamatan Pecangaan. Dari hasil pemeriksaan, putrinya mengalami dehidrasi berat dan diminta untuk test laboratorium.
Hasil lab menunjukkan bahwa putrinya mengalami infeksi dan terdapat bakteri yang sudah menyebar di seluruh tubuh. Putrinya kemudian dirujuk ke RS PKU Muhammdiah Mayong. Namun, setelah dua hari menjalani perawatan, putrinya tidak bisa selamat sehingga meninggal dunia.
Dr. Rachmad Alsy Fandi, salah satu dokter di RS PKU Muhammadiah Mayong saat dihubungi membenarkan bahwa ia sempat menangani bayi yang merupakan putri Diva. Namun, saat itu ia hanya menangani bayi tersebut saat berada di Ruang PICU-NICU.
“Saya menangani ketika kondisi kegawatan di ICU, pasang ventilator. Bayi itu demam, dari keterangan orang tuanya itu kan pahanya bengkak, cuma saya ngga lihat langsung waktu di IGD. Diagnosa saat masuk memang sepsis atau infeksi,” katanya saat dihubungi melalui telepon, Rabu (11/7/2025).
Hanya saja terkait darimana sumber infeksi bakteri tersebut menurutnya perlu dilakukan pendalaman lebih lanjut. Apakah benar dari vaksin imunisasi yang diberikan atau disebabkan oleh faktor lain.
“Hanya saja sumber infeksinya ini perlu digali lagi, apakah dari situ (imunisasi) atau dari sebab yang lain,” tambahnya.
Ia juga menjelaskan bahwa imunisasi yang diberikan ke bayi tidak mengandung bakteri. Sebab imunisasi harus steril. Hanya saja setelah bayi mendapatkan suntikan imunisasi, terkadang menimbulkan dampak berupa bengkak pada tubuh bayi.
“Bengkak ini ketika dibiarkan itu juga bisa menjadi sumber dari infeksi,” katanya.
Baca Juga: Ngadu ke DPRD Jepara, Orang Tua Bayi yang Diduga Meninggal Setelah Imunisasi Mengaku Kecewa
Dari hasil pemeriksaan, ia mengatakan terdapat tiga hal yang menjadi penyebab bayi tersebut meninggal dunia. Yaitu Syok hipovolemik yang disebabkan karena dehidrasi berat akibat muntah berulang. Kemudian adanya sepsis yaitu infeksi yang sudah menyebar ke seluruh tubuh serta kejang.
“Itu sumber yang menyebabkan bayi meninggal dunia. Setelah imunisasi itu kan hampir dua minggu, kecuali setelah imunisasi langsung ngedrop mungkin ada indikasi kesana (akibat imunisasi). Artinya kan paska imunisasi tidak ada perawatan yang baik antara orang tua maupun bidan setempat,” jelasnya.
Editor: Haikal Rosyada

