BETANEWS.ID, KUDUS – Menjamurnya kedai kopi street coffee atau yang disebut coffee maker di Kabupaten Kudus mulai menuai sorotan dari berbagai pihak. Aktivitas usaha kopi yang memanfaatkan trotoar dan tepi jalan ini dinilai mengganggu kenyamanan pejalan kaki maupun pengguna jalan.
Salah satu kawasan yang menjadi sorotan adalah sepanjang Jalan Jenderal Sudirman, khususnya dari sisi timur Alun-Alun Simpang Tujuh hingga depan SMP 2 Kudus. Di lokasi tersebut, deretan pelaku street coffee terlihat memenuhi trotoar baik sisi kiri maupun kanan jalan.
Baca Juga: Keren, Kepatuhan Warga Kudus Bayar Pajak Kendaraan Jadi yang Tertinggi di Jawa Tengah
Sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kudus, Umi Bariroh memberikan pandangan fraksi-fraksi dalam Rapat Paripurna di DPRD Kabupaten Kudus, Selasa (15/7/2025) lalu. Ia menilai keberadaan kedai kopi di trotoar cukup mengganggu aktivitas lalu lintas dan pejalan kaki.
“Keberadaan street coffee di trotoar jalan raya sudah cukup mengganggu. Ini perlu mendapat perhatian,” ujarnya.
Menanggapi hal itu, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menyatakan, akan melakukan penataan ulang terhadap keberadaan street coffee yang makin menjamur. Ia mengaku pendekatan yang humanis perlu diterapkan agar pelaku UMKM tetap bisa berusaha tanpa mengganggu ketertiban umum.
“Kondisi ekonomi di Kudus sedang dalam masa pemulihan, maka perlu pendekatan yang baik ke pelaku UMKM supaya mau ditata,” ucap Sam’ani usai menghadiri Rapat Paripurna jawaban Bupati terkait pandangan umum fraksi-fraksi LKPJ 2024 dan Ranperda 2025, Rabu (16/7/2025), di Gedung DPRD Kabupaten Kudus.
Pemerintah daerah, lanjut Sam’ani, akan melakukan pendataan terlebih dahulu untuk mengetahui sebaran titik-titik lokasi, jumlah pelaku usaha, serta ruas jalan mana saja yang terdampak. Hasil dari pendataan tersebut akan menjadi dasar untuk proses penataan agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan.
“Coffee maker akan kita tata. Tentu dengan pendekatan yang baik. Yang penting, trotoar tidak dipenuhi semua dan masih bisa digunakan untuk pejalan kaki,” tegasnya.
Sementara itu, Raka, salah satu pelaku street coffee di Jalan Jenderal Soedirman mengatakan, tren kopi jalanan kini sedang digandrungi, terutama oleh kalangan muda. Sehingga pihaknya mencoba peruntungan dalam usaha tersebut.
Baca Juga: Empat Zona Parkir Pasar di Kudus Bakal Dilelang, Segini Limitnya
“Dengan harga terjangkau, mereka biasanya ngopi dengan kualitas kafe sambil menikmati lalu lintas di pinggir jalan,” ungkapnya.
Menurutnya, street coffee menjadi alternatif tempat nongkrong kekinian karena menghadirkan suasana yang lebih santai namun tetap menyuguhkan kopi berkualitas.
Editor: Haikal Rosyada

