31 C
Kudus
Jumat, Februari 13, 2026

Angkat Pergulatan Kaum Proletar, Teater Djarum Bakal Pentaskan Lakon “Para Petarung”

BETANEWS.ID, KUDUS – Teater Djarum kembali berkarya dan akan tampil di beberapa kota pada tahun 2025. Kelompok teater yang beranggotakan karyawan PT Djarum ini akan mementaskan karya terbarunya dengan lakon Para Petarung di beberapa kota.

Pertunjukan perdana akan digelar pada Sabtu, 19 Juli 2025, pukul 19.30 WIB, di Gedung Sawunggaling, Kampus 2 Universitas Negeri Surabaya (UNESA), yang beralamat di Lidah Wetan, Lakarsantri, Surabaya, Jawa Timur. Pertunjukan ini terbuka untuk umum dan dapat disaksikan secara gratis.

Baca Juga: Festival Lamporan Desa Soneyan Kenalkan Kesenian dan Budaya Warisan Leluhur

-Advertisement-

Lakon “Para Petarung” karya Asa Jatmiko ini mengangkat kisah pergulatan orang-orang kecil, mereka yang tak dikenal, tak memiliki nama besar, namun tetap teguh mempertahankan keyakinan dan mimpi sederhana dalam kerasnya hidup yang diliputi ketakutan, kemiskinan, dan ketidakadilan.

“Mereka akan selalu hidup, karena ada yang mereka perjuangkan. Merekalah para petarung,” ujar Asa kepada Betanews.id melalui siaran tertulisnya, Rabu (9/7/2025).

Pria yang juga pembina Teater Djarum tersebut menuturkan, lakon Para Petarung ini berbeda dari karya sebelumnya. Kali ini Teater Djarum menghadirkan sentuhan musikal. Para aktor tak hanya menyampaikan emosi melalui dialog, tetapi juga lewat lagu dan komposisi musik.

“Konsep ini menjadi tantangan baru yang menjanjikan pengalaman menonton yang lebih emosional dan artistik,” bebernya.

Selain Surabaya, lanjut Asa, lakon Para Petarung juga akan dipentaskan di sejumlah kota lainnya. Di antaranya, Bandung, Kudus, dan Surakarta. Lakon Para Petarung ini sekaligus menjadi produksi ke-38 dari Teater Djarum, yang sejak awal berdirinya rutin menggelar pentas tahunan dan festival teater pelajar.

Asa Jatmiko didukung oleh deretan pemain seperti Heru Nugroho, Aeliza Mariyana, Wijayanto Franciosa, Rahmat Syaifudin, hingga Dewi Evelyn Murti. Musik digarap oleh Ninin Widhiyanto dan Giwang Topo, dengan tim kreatif yang solid dari mulai penata panggung, logistik, koreografi, tata rias, hingga kostum.

Baca Juga: Kirab Tujuh Gunungan, Tradisi Spiritual Rahtawu yang Kembali Dihidupkan

“Pementasan ini bukan hanya soal tampil, tapi juga tentang membangun dialog dan jejaring dengan komunitas teater di berbagai kota. Surabaya menjadi awal dari pertemuan hangat itu,” tuturnya.

Melalui lakon ini, Teater Djarum berharap bisa terus menjadi media ekspresi dan wadah pengembangan potensi kreatif bagi para karyawan PT Djarum. Dari waktu ke waktu, kelompok ini konsisten mengangkat isu sosial dan realitas kehidupan masyarakat lewat bahasa teater yang kuat dan menyentuh.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER