BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang pendaki ditemukan meninggal dunia usai terjatuh ke jurang sedalam 50 meter di jalur pendakian Natas Angin, Gunung Muria, Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus. Proses evakuasi korban memakan waktu hampir enam jam karena medan yang ekstrem dan terbatasnya peralatan yang dibawa tim.
Ketua Forum Relawan Penanggulangan Bencana (FRPB) Kabupaten Kudus, Yulian Noor Widya, mengatakan, laporan awal masuk pada Selasa (24/6/2025) sore. Namun, upaya evakuasi yang dilakukan pada malam hari terpaksa dihentikan karena kondisi medan yang tidak memungkinkan.
Baca Juga: Bupati Kudus Instruksikan Tindak Tegas Galian C Ilegal: ‘Jangan Ada Kompromi’
“Tadi malam sebenarnya sudah sempat kita lakukan upaya. Karena terkendala kondisi yang tidak memungkinkan, akhirnya kita hentikan tadi malam dan dilanjutkan hari ini,” katanya, Rabu (25/6/2025).
Menurutnya, proses evakuasi dilanjutkan dengan dukungan tambahan dari para relawan yang membawa peralatan dan tambahan personel. Dalam proses evakuasi tersebut, pihaknya menerjunkan kurang lebih 30-50 relawan dari tim gabungan.
“Akhirnya berhasil kita evakuasi dengan metode estafet dari masing-masing pos, karena jalur yang cukup ekstrem dan resiko yang cukup tinggi,” jelasnya.
Ia menambahkan, proses pengangkatan korban dari titik jatuh memakan waktu sekitar dua hingga tiga jam. Jika dihitung dari awal penanganan di titik jatuh hingga korban berhasil dibawa turun, total waktu yang dibutuhkan hampir enam jam. Penanganan keseluruhan sejak laporan pertama hingga proses evakuasi selesai memakan waktu nyaris 24 jam.
Yulian menjelaskan, korban diduga tergelincir. Ketika ditanya mengenai kemungkinan korban terjatuh karena bermain ponsel, pihaknya belum bisa memastikan.
“Sebab, korban saat ditemukan posisi handphone berada di dalam saku,” ucapnya.
Kini korban telah dievakuasi ke RSUD Loekmono Hadi Kudus untuk pemeriksaan lebih lanjut.
“Untuk luka-luka, belum kami konfirmasi, ini sedang dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan,” ungkaapnya.
Satu teman korban korban yang mendaki bersama sudah dipulangkan pada Selasa malam dan sudah dimintai keterangan oleh pihak berwenang. “Kondisinya aman tapi mengalami syok berat,” pungkasnya.
Sementara itu, Anggota DPRD Komisi E Provinsi Jawa Tengah, Arif Wahyudi mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada dan berhati-hati dalam pendakian. Skil dan menguasai medan sangat penting untuk awas diri dari mara bahaya.
“Orang-orang yang mendaki kadang-kadang asal naik, tanpa dibekali skil yang mumpuni. Paling penting adalah menguasai medan dan selalu berhati-hati,” ungkaapnya.
Pihaknya meminta kepada Pemdes terkait untuk lebih memperhatikan manajemen pendakian. Di antaranya selalu monitoring peserta pendakian mulai pendaftaran sampai turun kembali ke bawah.
Baca Juga: Targetkan Pembinaan Akar Rumput, Festival SenengMinton Siap Ekspansi ke Empat Kota di Jateng
“Termasuk panitia harus memeriksa perbekalan, dan SOP untuk memberi kenyamanan bagi pendaki,” imbuhnya.
Sebagai informasi, korban bernama Jovita Diva Prabudawardani, beralamat Desa Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus. Korban tersebut diketahui berusia 21 tahun, alumni Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU).
Editor: Haikal Rosyada

