BETANEWS.ID, PATI – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati menyebut, kerusakan jalan di Desa Prawoto akibat banjir bandang akan diikutkan dalam proyek perbaikan Jalan Sukolilo – Prawoto. Direncanakan, pengerjaan perbaikan akan mulai dilakukan pada pekan depan.
Hal tersebut disampaikan Kabid Bina Marga pada DPUTR Pati Hasto Utomo. Dia mengatakan, perbaikan jalan Sukolilo – Prawoto pada tahun ini juga akan menyasar penanganan titik kerusakan akibat banjir bandang yang terjadi di Dukuh Gesik pada Senin (14/4/2025).
Baca Juga: ESDM Minta Pemkab Bentuk Tim Terpadu untuk Tertibkan Tambang Ilegal di Sukolilo
“Untuk pekerjaan itu telah dianggarkan sebesar Rp 16 miliar. Termasuk menangani yang terkena banjir bandang,” ujarnya melalui WhatsApp.
Hasto menyebut, dengan anggaran belasan miliar rupiah tersebut, nantinya akan menyasar kerusakan jalan sepanjang 4,5 kilometer. Sehingga perbaikan jalan penghubung antara Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati dan Kabupaten Kudus itu bisa dimaksimalkan.
“Untuk pekerjaannya rencananya akan dimaksimalkan dengan pembetonan sepanjang kurang lebih 2,8 kilometer dan aspal sepanjang 1,7 kilometer,” ungkapnya.
Dia menyebut, untuk pekerjaan itu saat ini telah dilakukan pengukuran dan penghitungan bersama pengawas. Rencananya, pekerjaan itu dapat dilakukan dalam waktu dekat ini.
“Rencananya minggu depan sudah dimulai pekerjaan pengurukan pondasi LPA,” imbuhnya.
Hasto berharap, pekerjaan itu tak ada kendala. Sehingga pada akhir tahun kondisi jalan Sukolilo-Prawoto sudah nyaman digunakan pengendara.
Baca Juga: Perbaikan Jalan Longsor di Jalur Kayen-Tambakromo Baru Diusulkan ke Provinsi
Seperti diketahui kondisi jalan Sukolilo – Prawoto dikeluhkan lantaran mengalami kerusakan cukup parah. Kondisi jalan tampak berlubang dan bergelombang. Kerusakan terparah terlihat mulai dari Desa Kedungwinong hingga masuk Desa Prawoto, Kecamatan Sukolilo.
Kondisi itu diperparah dengan kerusakan akibat banjir bandang pada Senin (14/4/2025). Aspal jalan tampak mengelupas setelah diterjang banjir dari pegunungan Kendeng.
Editor: Haikal Rosyada

