BETANEWS.ID, KUDUS – Bekti Utami (35), seorang ibu rumah tangga asal Garung Lor, Kaliwungu, awalnya hanya ingin mencari penghasilan tambahan ketika memulai usaha laundry pakaian pada 1 Februari 2020. Saat itu, ia masih bekerja sebagai sales marketing.
Namun, siapa sangka, usaha kecil-kecilan yang ia rintis kini berkembang pesat dan menjadi sumber penghidupan utama bagi keluarganya.
Seiring berjalannya waktu, Utami melihat peluang yang lebih besar. Pada 2021, ia mulai merambah layanan laundry karpet. Awalnya, ia menjalankan usaha ini sambil tetap bekerja, tetapi semakin banyaknya permintaan membuatnya memutuskan fokus penuh di bisnis ini.
Baca juga: Laundry Karpet di Kudus Kebanjiran Order Hingga Nolak-nolak
“Dulu sehari hanya bisa mencuci satu karpet, sekarang sehari bisa menerima lebih dari 20 karpet,” ungkapnya, belum lama ini.
Momentum peningkatan pesanan terjadi terutama menjelang Ramadan, ketika banyak masjid dan musala membersihkan karpet mereka untuk persiapan ibadah. Hingga selama dua bulan ini, ia bisa menangani 300-500 karpet, belum juga seperti gorden dan lainnya.
“Satu bulan sebelum Ramadan, permintaan meningkat signifikan. Biasanya, dua minggu sebelum Lebaran, kami sudah harus menutup layanan karena pesanan sudah penuh,” jelasnya.
Layanan yang ditawarkan pun semakin berkembang. Selain laundry karpet, ia juga menerima pencucian gorden, yang turut mengalami peningkatan hingga 30 persen dibandingkan hari biasa. Untuk layanan antar-jemput, pelanggan dalam radius tiga kilometer tidak dikenai biaya tambahan, tetapi jika lebih dari itu, dikenakan ongkos transportasi.
Baca juga: Cerita Sumilah, dari Buruh Kasar hingga Bertahan dengan Jualan Ikan
Dari segi harga, jasa cuci karpet juga tergolong terjangkau, yakni Rp10-25 ribu per meter persegi, tergantung jenis bahan dan ketebalan karpet. Proses pengeringan normalnya memakan waktu sekitar tiga hari saat cuaca cerah, tetapi estimasi penyelesaian hingga karpet siap pakai memakan waktu sekitar satu minggu.
Meskipun usaha ini sempat menerima pesanan dari laundry lain, kini Utami hanya fokus melayani pelanggan langsung. Berkat ketekunannya dalam mengembangkan usaha, ia kini mampu membangun rumah sendiri dan hidup dengan lebih mapan.
“Dulu hanya usaha sampingan, sekarang jadi sumber utama penghasilan kami. Alhamdulillah, bisa memenuhi kebutuhan keluarga dengan lebih baik,” ujarnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

