BETANEWS.ID, KUDUS – Menjelang Lebaran, bisnis coklat karakter milik Nur Laila Safitri (34), warga Desa Bangkalan Krapyak, Kecamatan Kaliwungu, yang biasanya mengalami lonjakan pesanan, kini turun.
“Sejak H-14 Lebaran, pesanan sudah mulai masuk, tetapi jumlahnya lebih sedikit. Tahun lalu ada pesanan sebanyak 200 toples, sekarang hanya sekitar 100 toples untuk yang reseller,” bebernya saat ditemui di tempat produksinya, Kamis (27/3/2025).
Baca Juga: Perajin Lampion Jepara Banjir Pesanan untuk Takbir Keliling
Penurunan pesanan ini, menurutnya, disebabkan karena kondisi ekonomi yang membuat masyarakat lebih selektif dalam membeli jajanan Lebaran. Selain itu, harga coklat karakter juga mengalami kenaikan, sehingga konsumen lebih memilih camilan lain yang lebih terjangkau.
“Harga sekarang naik, karena memang bahan baku sekarang mahal. Dulu coklat premium kelas dua sekilo Rp40 ribu, sekarang sudah Rp65 ribu. Otomatis harga naik,” terangnya.
Saat ini, Nur Laila menjual coklat karakter dalam berbagai ukuran, dengan varian 250 gram seharga Rp55 ribu menjadi yang paling banyak dipesan. Para pelanggan mayoritas adalah reseller dari Kudus, yang menjual kembali produk ini ke berbagai daerah.
“Biasanya saya open PO sejak awal puasa, lalu pesanan baru mulai masuk di H-14 Lebaran. Paling banyak dicari itu karakter Labubu dan Sanrio, karena setiap ada kartun viral, kami langsung buat cetakannya untuk momen seperti ini,” jelasnya.
Meskipun pesanan Lebaran turun, permintaan produk Nurry Choco di toko-toko justru meningkat. Kini pihaknya sudah ada sebanyak 250 toko langganan yang tersebar di Kudus, Pati, Jepara, hingga Jogjakarta.
“Jadi untuk toko-toko di sekitar Kudus, kebanyakan pesan coklat lolipop. Sedangkan toko oleh-oleh seperti di Jogjakarta lebih ke produk coklat box. Alhamdulillah di tahun ini meningkat, karena ada perluasan pasar,” ujarnya.
Menurutnya, yang menjadi keunikan produk Nurry Choco hingga kini mensuplai ke toko-toko oleh-oleh adalah karakter yang detail sampai mirip aslinya. Selain itu, rasa yang ditawarkan juga lebih premium, karena menggunakan bahan-bahan yang berkualitas.
Baca Juga: Permintaan Jenang Arminah Meningkat 30 Persen di Bulan Ramadan
Saat ini, Nur Laila dibantu lima karyawan dalam memproduksi coklat karakter. Ia berharap tahun depan kondisi ekonomi membaik, sehingga daya beli masyarakat meningkat dan penjualannya bisa kembali seperti tahun-tahun sebelumnya.
“Harapannya, tahun depan harga coklat stabil dan pesanan bisa meningkat lagi, baik untuk Lebaran maupun penjualan reguler di toko,” jelasnya.
Editor: Haikal Rosyada

