BETANEWS.ID, JEPARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara menargetkan pendapatan daerah dari tujuh objek wisata yang dikelola Pemkab selama masa libur lebaran mencapai Rp500 Juta.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Jepara, Moh Eko Udyyono, mengatakan, di momen libur lebaran tahun ini ia menargetkan pendapatan yang sama seperti tahun sebelumnya.
“Tahun lalu pendapatan kita selama syawalan itu di angka Rp500 juta-an, tahun ini harapannya semoga sama, lah, seperti tahun lalu, syukur-syukur bisa lebih,” katanya melalui sambungan telepon, Jumat (28/3/2025).
Baca juga: Taman Bakau Pantai Bandengan, Tempat Ngonten Baru hingga Menikmati Senja di Jepara
Sebab di 2025, trend kunjungan wisatawan ke objek wisata mengalami penurunan. Hal tersebut menurutnya tidak hanya terjadi di obyek wisata yang dikelola oleh Pemkab, tetapi juga obyek wisata yang dikelola oleh desa.
Dari target tersebut, jumlah pengunjung yang diharapkan datang ke tujuh objek wisata yang dikelola Pemkab yaitu sekitar 30-40 ribu pengunjung selama libur lebaran. Dengan harga tiket Rp15 ribu per orang untuk dewasa dan Rp10 ribu per orang untuk anak-anak.
“Kami kalau lihat trendnya, di 2025 ini wisatawan sedang turun. Bukan hanya di tempat kami, tetapi di objek wisata desa seperti teluk awur, semat, itu juga turun di beberapa bulan ini,” ungkapnya.
Ia mengatakan, sebenarnya terdapat delapan objek wisata yang dikelola oleh Pemkab Jepara, yaitu Pantai Kartini, Pantai Bandengan, Pantai Benteng Portugis, Pantai Mororejo, Pulau Panjang, Kura-Kura Ocean Park, Museum RA Kartini, dan Goa Tritip.
Baca juga: Melihat Koleksi Biota Bawah Laut di Kura-Kura Ocean Park Pantai Kartini
“Tapi yang bisa menyumbang pendapatan baru tujuh, Goa Tritip belum bisa kami tarik karcis wisata,” ungkapnya.
Kemudian untuk menjaga keamanan wisata selama libur lebaran, ia sudah berkoordinasi dengan pihak terkait. Di momen lebaran ini, ia mengatakan pos penjagaan nantinya juga menyebar ke objek wisata yang dikelola oleh desa.
“Untuk keamanan kami sudah rapat berkali-kali dengan pihak terkait, bahkan polres sekarang nanti tidak hanya melulu di objek wisata milik pemerintah, tetapi menyebar ke desa-desa,” pungkasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

