Bersih-bersih Tenaga Honorer RSUD Soewondo Dimulai, Ratusan Pegawai Ikuti Tes Kompetensi

BETANEWS.ID, PATI – Bersih-bersih tenaga honorer di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) RAA Soewondo Pati sudah dimulai. Pihak rumah sakit telah mengelar uji kompetensi bagi ratusan pegawai non-ASN di rumah sakit milik pemerintah daerah (pemda) tersebut.

Pelaksanaan tes kompetensi ini telah dikonfirmasi oleh Sudewo, Bupati Pati. Tes tersebut sudah berjalan sejak kemarin dan hari ini merupakan gelombang kedua.

Baca Juga: Kini Sudewo Larang Warga Gunakan Sound Horeg saat Takbir Keliling

-Advertisement-

“Sudah dimulai. Karena memang itu suatu keharusan dalam rangka menyehatkan rumah sakit, ” ujar Sudewo, Jumat (28/3/2025).

Ia menyebut, bahwa dari 525 pegawai honorer di RSUD Soewondo, semuanya mengikuti tes kompetensi yang dilakukan pihak rumah sakit.

Dirinya menegaskan, bahwa tes kompetensi tersebut dilakukan secara fair dan objektif. Kemudian, juga mengedepankan profesionalitas.

“Jadi kita itu menerima harus berdasarkan formasi, berapa yang dibutuhkan. Kemudian kualifikasi, kualitasnya seperi apa, itu kita lakukan seleksi. Tidak hanya sekedar masuk setiap saat, siang, pagi, malam masuk. Tidak, ” ungkapnya.

Terkait jumlah pegawai honorer yang nantinya akan tetap bertahan, bupati menyerahkan hal itu kepada rumah sakit. Yakni sesuai dengan kebutuhan.

“Kita lihat teknis kebutuhan rumah sakit. Saya serahkan kepada rumah. Tapi kayaknya banyak jumlah yang kita kurangi, ” imbuhnya.

Sebelumnya Sudewo menyebut, jumlah pegawai honorer di RSUD Soewondo saat ini terlalu banyak. Sehingga menurutnya, harus ada pengurangan pegawai supaya tidak membebani keuangan rumah sakit.

“Yang non-ASN itu berjumlah 525. Secara logika, itu harusnya hanya kisaran 200 an. Kalau over seperti itu, berarti membebani keuangan Rumah Sakit Soewondo,” katanya.

Memang katanya, ratusan pegawai honorer tersebut digaji oleh RSUD Soewondo, bukan digaji oleh pemerintah daerah melalui APBD. Namun, kalau keuangan rumah sakit kalau tidak sehat, maka rumah sakit pelat merah itu akan sulit untuk melakukan pengembangan atau pembenahan.

Akibatnya menurut Sudewo, pelayanan di rumah sakit akan terganggu dan banyak pasien yang mendapatkan pelayanan tidak bagus.

“Bahkan pasien ditolak dan pindah rumah sakit. Atau malah tidak mau berobat di Rumah Sakit Soewondo, ” jelas Bupati.

Sedangkan untuk jumlah pegawai honorer yang akan dipangkas atau dirumahkan dari RSUD Soewondo, menurutnya diperkirakan mencapai 300 an.

“Bagi mereka yang terdampak pengurangan ini, saya minta segera mencari solusi,”  pintanya.

Ia menyebut, dengan adanya pengurangan pegawai honorer yang jumlahnya mencapai ratusan itu, menurutnya RSUD Soewondo bisa melakukan efesiensi sebesar Rp30 miliar sampai dengan Rp40 miliar.

Baca Juga: Seorang Pencari Kerang di Dukuhseti Tenggelam Usai Perahunya Tabrakan

Lebih lanjut ia menegaskan, bahwa pengurangan pegawai honorer di RSUD Soewondo tersebut merupakan kebijakan dirinya, bukan kebijakan direktur rumah sakit tersebut.

“Direktur rumah sakit hanya memberikan pertimbangan secara rasional, secara objektif, tapi kebijakan ada di tangan saya. Direktur rumah sakit hanya melaksanakan perintah saya, kebijakan saya, jadi tanggung jawab ada di saya,” pungkasnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER