Digelar Besok Malam, Festival Adhi Loka Angkat Potensi Budaya Unggulan dari 21 Kecamatan di Pati

BETANEWS.ID, PATI – Beragam potensi budaya dari 21 kecamatan di Kabupaten Pati bakal ditampilkan dalam Festival Adhi Loka yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati, Sabtu (8/8) malam. Festival tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-703 Kabupaten Pati.

Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pati, Paryanto, mengatakan Festival Adhi Loka menjadi ruang untuk memperkenalkan sekaligus mengangkat kekayaan Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK) yang tersebar di seluruh wilayah Pati.

Menurutnya, setiap kecamatan memiliki potensi budaya yang berbeda. Karena itu, masing-masing wilayah diminta menampilkan OPK unggulan dalam festival tersebut.

-Advertisement-

“Lewat festival ini sekaligus menjadi upaya promosi produk unggulan melalui strategi kebudayaan. Sesuai tagline hari jadi Sumunar Terang Mbangun Kemajengan. Kami ingin melalui festival ini dapat membawa kebahagiaan serta semangat membangun untuk maju Kabupaten Pati,” kata Paryanto.

Sejumlah potensi budaya yang bakal diangkat di antaranya nasi gandul dari Kecamatan Pati Kota, tradisi masyarakat pesisir, Lamporan Soneyan, tradisi petani garam, cerita tutur Mbolanjam, tradisi Tlogowungu, Meron Sukolilo, barikan, kelapa kopyor, kopi Jrahi, batik Bakaran, hingga ritus Krayan Pedhet.

Potensi tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam gerak koreografi, tari, serta kostum yang ditampilkan dalam bentuk karnaval. Konsep itu diharapkan menjadi daya tarik utama Festival Adhi Loka sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Pati kepada masyarakat.

Karnaval akan mengambil rute di Jalan Panglima Sudirman dan berakhir di panggung utama yang berada di Alun-alun Pati.

Salah satu perwakilan Kecamatan Pati Kota, Junarto, mengatakan wilayahnya mengangkat tema “Ganduling Roso”. Tema tersebut mengangkat nasi gandul yang telah menjadi salah satu ikon kuliner Kabupaten Pati.

Menurutnya, nasi gandul diketahui lahir di Desa Gajahmati, Kecamatan Pati Kota. Nama “gandul” sendiri berkaitan dengan tradisi penjual nasi gandul keliling yang membawa dua wadah kayu dengan cara dipikul.

“Nama gandul sendiri berasal dari tradisi penjual gandul keliling yang memikul dua wadah kayu sehingga gandul-gandul (bergoyang-goyang, Red.),” terang Junarto.

Ia menambahkan, nasi gandul tidak hanya sekadar kuliner. Di balik hidangan tersebut terdapat perjalanan panjang yang berkaitan dengan rasa, tradisi, dan sejarah Kabupaten Pati.

Festival Adhi Loka diharapkan tidak hanya menjadi hiburan dalam rangkaian Hari Jadi ke-703 Kabupaten Pati, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat pelestarian sekaligus mengenalkan kekayaan budaya dari berbagai wilayah di Pati.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER