BETANEWS.ID, PATI – MAN 1 Pati memperkuat komitmennya dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman melalui Seminar Nasional dan Deklarasi Madrasah Ramah Anak Tahun 2026 bertema “Ruang Aman untuk Semua: Mewujudkan Lingkungan Ramah Perempuan dan Anak”.
Kegiatan yang menjadi bagian dari peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-35 MAN 1 Pati itu digelar dengan melibatkan 48 sekolah dari berbagai daerah di Jawa Tengah. Sebanyak 145 siswa beserta guru pendamping mengikuti seminar tersebut. Selain itu, hadir pula perwakilan alumni yang kini menempuh pendidikan di 10 perguruan tinggi di Indonesia.
Seminar menghadirkan Plt Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) Provinsi Jawa Tengah, Faisa Mukti Septyani, serta Guru Besar Universitas Negeri Semarang (UNNES), Prof. Marhaeni Pudji Astuti, sebagai narasumber.
Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, yang hadir membuka kegiatan menegaskan pentingnya membangun pendidikan karakter melalui lingkungan madrasah yang aman dan ramah anak. Menurutnya, penguatan karakter dan nilai-nilai keagamaan menjadi bekal penting bagi generasi muda dalam menghadapi perkembangan teknologi dan persaingan di masa depan.
“Harapannya pendidikan karakter ini sangat penting. Ruang pendidikan, khususnya madrasah di Kabupaten Pati, perlu terus ditingkatkan. Anak-anak saat ini hidup di tengah perkembangan teknologi yang luar biasa sehingga harus dibekali pendidikan karakter dan pendidikan agama yang kuat agar tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar teknologi dimanfaatkan sebagai sarana belajar, bukan justru membuat generasi muda bergantung terhadap teknologi.
“Kami berharap anak-anak lebih mengutamakan menggunakan teknologi untuk membantu pendidikan, bukan dimanfaatkan oleh teknologi. Teruslah belajar dan meningkatkan ilmu karena persaingan ke depan akan semakin berat,” katanya.
Kepala MAN 1 Pati, Moh Kodri, mengatakan seluruh program yang dijalankan madrasah diarahkan untuk memberikan perlindungan kepada peserta didik. Berbagai langkah telah dilakukan, mulai dari bimbingan teknis bagi guru, edukasi kepada siswa, hingga pembenahan sarana dan prasarana pendukung.
Baca juga : Tinggal Dua Hari Lagi, SNT 14 Jepara Buka Peluang bagi 80 Siswa Berprestasi
“Semua kegiatan di madrasah ini kami realisasikan untuk menyelamatkan anak-anak. Kami memberikan bimbingan teknis kepada guru, edukasi kepada siswa, dan terus membenahi sarana prasarana agar program Madrasah Ramah Anak benar-benar terwujud,” jelasnya.
Menurut Kodri, seminar tersebut tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi diharapkan mampu melahirkan implementasi nyata di lingkungan sekolah melalui sinergi antara guru, siswa, dan seluruh warga madrasah.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pati, Syaiku, mengapresiasi penyelenggaraan seminar tersebut karena selaras dengan salah satu program prioritas Kementerian Agama, yakni mewujudkan madrasah yang unggul, ramah, dan terintegrasi.
Ia menjelaskan, program tersebut diperkuat melalui peluncuran ekosistem pendidikan madrasah bertajuk SENYAMAN, yang merupakan akronim dari Sehat, Aman, Nyaman, dan Menyenangkan.
Menurutnya, madrasah harus mampu menjamin kesehatan lingkungan, terbebas dari perundungan maupun kekerasan, memberikan rasa nyaman bagi seluruh warga sekolah, serta menghadirkan proses pembelajaran yang menyenangkan bagi peserta didik.
“Keberhasilan pendidikan diawali ketika anak merasa aman dan nyaman di madrasah. Karena itu, pembelajaran harus bisa dinikmati siswa sehingga mereka belajar dengan penuh kebahagiaan, bukan karena keterpaksaan,” tandasnya.
Melalui seminar nasional dan deklarasi tersebut, MAN 1 Pati berharap semakin banyak satuan pendidikan yang menerapkan prinsip perlindungan perempuan dan anak serta mewujudkan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan berkarakter.
Editor : Kholistiono

