Geger Kaca Rumah Warga Kajar Diduga Ditembak, Polisi Ungkap Fakta Hasil Olah TKP

BETANEWS.ID, PATI – Polisi mengungkap fakta terbaru terkait kaca rumah warga Desa Kajar, Kecamatan Trangkil, Kabupaten Pati yang rusak yang sempat viral karena diduga karena tembakan. Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) memastikan kerusakan kaca rumah tersebut bukan akibat tembakan dari luar, melainkan tekanan dari dalam rumah.

Kesimpulan itu diperoleh setelah tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Tengah melakukan olah TKP lanjutan pada Rabu (26/8/2026).

Katim Kasubbid Balistik Metalurgi (Balmet) Bidlabfor Polda Jateng, AKBP Totok Tri Kusuma, mengatakan pihaknya menemukan 11 butir gotri di sekitar lokasi. Jumlah tersebut bertambah dari empat butir gotri yang sebelumnya ditemukan oleh pemilik rumah.

-Advertisement-

“Dalam pemeriksaan TKP tersebut kita mendapatkan empat butir gotri. Rumah posisi menghadap ke selatan. Ada sebuah kerusakan kaca pada sebelah kiri, ada kerusakan lubang kecil,” ujar Totok saat konferensi pers di Polresta Pati, Kamis (27/8/2026).

Menurutnya, empat butir gotri pertama kali ditemukan Sri Suryati, ibu dari pemilik rumah bernama Exsa, pada Senin (24/8/2026). Setelah dilakukan pemeriksaan lanjutan, tim Labfor kembali menemukan tujuh butir gotri.

“Kita dapatkan lagi empat gotri dan tiga gotri di luar, semula ada empat gotri menjadi 11 gotri yang ditemukan di lokasi. Kita cek kembali dan kita ukur semua,” jelasnya.

Dari hasil pengukuran, ditemukan ketidaksesuaian antara diameter lubang pada kaca dengan ukuran gotri yang ditemukan.

Baca juga : Pemkab dan Polres Kudus Kawal Swasembada Pangan, Petani Dipermudah Akses BBM

Totok menjelaskan, diameter lubang pada kaca hanya sekitar 4,6 milimeter. Sementara diameter gotri yang ditemukan mencapai 6,39 milimeter.

“Dengan ukuran tersebut, gotri tidak masuk ke dalam lubang. Hasil lubang dan gotrinya berbeda, maka gotri tersebut tidak melewati lubang tersebut,” ungkapnya.

Berdasarkan struktur pecahan dan pola tekanan pada kaca, Bidlabfor menyimpulkan tekanan berasal dari bagian dalam rumah.

“Lubang bekas gotri atau sentuhan tekanan kaca terjadi pada bagian dalam rumah. Saya pelajari hasilnya lubang tersebut ada sentuhan gotri dari dalam. Untuk meyakinkan data tersebut, barang bukti akan kita sita untuk diuji lebih lanjut,” tegas Totok.

Wakapolresta Pati AKBP Ardyan Ukie Hercahyo membenarkan bahwa kerusakan kaca diduga berkaitan dengan penggunaan gotri. Namun, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, arah material tersebut berasal dari dalam rumah.

“Kesimpulan sesuai fakta memang terjadi perusakan diduga menggunakan gotri. Arah gotri dari dalam rumah, bisa kita lihat kaca yang menunjukkan tekanan dari dalam. Kami perlu waktu untuk melakukan pendalaman lagi,” terang Ardyan.

Polisi juga memastikan belum menemukan kaitan antara kejadian tersebut dengan aksi demonstrasi yang belakangan terjadi di Kabupaten Pati.

“Belum ada hubungan konten unjuk rasa dengan kejadian tersebut,” tambahnya.

Sebelumnya, rumah warga Desa Kajar, Kecamatan Trangkil, diduga menjadi sasaran tembak orang tidak dikenal. Sri Suryati mengatakan rumah tersebut ditempati anaknya, Exsa.

Sri mengaku mengetahui adanya kerusakan ketika mengantarkan makanan ke rumah anaknya pada Selasa (25/8/2026). Saat tiba, ia mendapati kaca bagian pintu rumah sudah berlubang dan retak.

“Kemungkinan aksinya malam, waktu ke sini pagi nganter makan anak, lo kok bolong, terus saya buka kok bolong,” kata Sri, Rabu (26/8/2026).

Ia kemudian menemukan empat butir benda menyerupai peluru gotri di dalam rumah, tepatnya di sekitar pintu.

“Terus kok ada empat peluru biji, ditemukan di dalam rumah dekat dengan pintu,” lanjutnya.

Editor : Suwoko

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER