BETANEWS.ID, PATI – Program Gelar Karya Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) 2026 di Kabupaten Pati resmi dibuka di Gedung Olahraga (GOR) Pesantenan Pati, Rabu (26/8) malam. Pembukaan kegiatan tersebut dimeriahkan berbagai pertunjukan seni yang ditampilkan para siswa.
Gelar Karya GSMS berlangsung hingga 28 Agustus 2026. Sebanyak 20 sekolah, mulai jenjang SD hingga SMP, ambil bagian dalam kegiatan tersebut setelah para siswa mendapatkan pembelajaran dan pendampingan langsung dari para seniman.
Kegiatan itu dibuka Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon. Turut hadir Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan RI Restu Gunawan serta Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra.
Dalam sambutannya, Fadli Zon mengajak para siswa mencintai sekaligus menjunjung tinggi seni dan budaya lokal. Menurut dia, penguatan budaya daerah penting agar generasi muda tidak kehilangan identitas dan jati diri sebagai bangsa.
“Saya yakin adik-adik kita ini, generasi penerus kita ini adalah para siswa yang mencintai seni,” katanya.
Fadli menyebut Indonesia memiliki kekayaan seni pertunjukan yang sangat beragam, mulai dari teater, tari, ketoprak, wayang orang, hingga seni musik tradisi dan kontemporer.
Karena itu, ia menilai generasi muda perlu mengenal dan memahami ekspresi budaya yang berkembang di daerah masing-masing.
“Kita harus menjunjung seni budaya lokal. Harus tahu dulu di Pati ini ada apa saja ekspresi budayanya, seninya, budayanya dan inilah yang pertama kali kita kuatkan supaya kita tidak kehilangan identitas, tidak kehilangan jati diri,” tuturnya.
Fadli memastikan Program GSMS akan terus dilanjutkan Kementerian Kebudayaan. Ke depan, variasi program tersebut juga akan diperbanyak, baik dari sisi kuantitas maupun kualitas.
Menurutnya, upaya memajukan kebudayaan nasional merupakan amanat konstitusi. Hal itu tertuang dalam Pasal 32 Ayat (1) UUD 1945 yang menyatakan negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia.
“Jadi kita punya tanggung jawab bagaimana kita semua ini memajukan kebudayaan nasional di tengah peradaban dunia,” terangnya.
Sementara itu, Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus menghidupkan kesenian di Kabupaten Pati. Menurutnya, pelestarian kesenian tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat.
“Kesenian ini sudah sangat dihidupkan oleh masyarakat dan juga oleh pemerintah. Kita semua punya komitmen yang sama untuk menjaga dan melestarikan budaya,” ujarnya.
Risma menilai GSMS memberikan pengalaman berbeda bagi para siswa. Melalui program tersebut, siswa tidak hanya mempelajari kesenian secara teori di ruang kelas, tetapi juga berinteraksi dan berlatih secara langsung bersama para seniman.
“Dengan kesenian, kita dapat bersatu, mempunyai satu bahasa, satu irama, lebih akrab dan meminimalisir konflik, serta membentuk team work yang kuat,” pungkasnya.
Editor : Kholistiono

