31 C
Kudus
Jumat, Februari 20, 2026

Agar Petani Kembali Tanam Padi Konsumsi, Masan Dorong Pemkab Kudus Beri Bantuan Benih 

BETANEWS.ID, KUDUS – Musim panen masa tanam (MT) satu di Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus sudah mulai berakhir. Para petani yang lebih memilih menanam padi ketan dibanding padi konsumsi harus menerima kenyataan harganya anjlok.

Hal tersebut mendapatkan perhatian serius dari Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kudus, Masan, saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di Pendapa Kudus, belum lama ini.

Masan menyampaikan, saat ini 70 persen petani di Kabupaten Kudus menanam padi ketan, bukan padi konsumsi yang saat ini lagi gencar diserap oleh Badan Urusan Logistik (Bulog).

-Advertisement-

Baca juga: Harga Gabah Diselamatkan Pemerintah, DPRD Kudus Harap Petani Kembali Tanam Padi

“Artinya, padi ketan ini bukan kategori pangan pokok,” ujar Masan.

Politisi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan tersebut mengungkapkan, para petani memilih menanam padi ketan karena nilai ekonominya dianggap lebih menguntungkan, menanamnya lebih mudah, dan hasil tonase lebih banyak.

Hal tersebut terbukti di musim tanam tahun lalu, yang mana harga padi ketan kering panen berkisar antara Rp900 ribu hingga Rp1 juta per kuintal. Harga panen tersebut tentu sangat menguntungkan bagi para petani.

“Tetapi di musim panen kali ini harga padi ketan anjlok dan membuat petani merugi. Sebab, harga padi ketan kering panen di bawah Rp400 ribu per kuintal,” bebernya.

Oleh karena itu, lanjut Masan, momen ini harus dimanfaatkan betul oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus melalui Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) agar para petani sudi untuk menanam padi konsumsi lagi. Caranya, dengan memberikan bantuan benih.

“Berikan para petani itu bantuan benih padi konsumsi, biar petani menanam benih bantuan dari pemerintah. Hal tersebut agar Kudus ini nantinya bisa benar-benar surplus beras, dan swasembada pangan dalam arti yang sesungguhnya,” katanya.

Benih padi yang diberikan harus yang varietas unggul. Selain petani padi, Masan juga meminta kepada Pemkab Kudus untuk memberikan bantuan benih jagung, untuk para petani jagung.

Baca juga: Sesal Petani Undaan, Ikut-ikutan Tanam Padi Ketan Malah Kini Harganya Anjlok

“Selain benih, kami juga meminta Pemkab Kudus agar memberikan bantuan subsidi pupuk. Dengan begitu, petani akan mampu menekan biaya produksi dan mendapatkan keuntungan maksimal,” ungkapnya. 

Masan meyakini, ketika petani diberi bantuan benih padi konsumsi maka mereka akan menanam padi tersebut. Sebab, saat ini juga ada program penyerapan gabah kering panen oleh Bulog dengan harga Rp6,5 ribu per kilogram. Harga tersebut dianggap oleh petani cukup menyejahterakan.

“Jika tidak diberikan bantuan benih, khawatirnya para petani tetap menanam padi ketan. Kalau petani Kudus menanam padi ketan, kita yang tanam yang panen orang Karawang, karena nantinya diangkut semuanya ke sana. Cita-cita surplus beras pun tak tercapai,” imbuhnya. 

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER