BETANEWS.ID, KUDUS – Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Kudus banyak yang kekurangan siswa. Informasi yang berkembang di masyarakat, para orang tua lebih memilih menyekolahkan anaknya di sekolah swasta yang ada pendidikan agamanya.
Terkait fenomena tersebut, Ketua Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kudus, Mardijanto, mengaku beberapa kali turun meninjau langsung beberapa SD di Kota Kretek. Ia pun mengusulkan agar ada kegiatan mengaji bagi siswa SD yang beragama Islam.
“Jadi SD Negeri di Kudus harus mulai menyesuaikan dengan keinginan wali murid. Oleh karena itu, saya usulkan agar tiap pagi sekira 10 menit atau 15 menit, ada kegiatan mengaji untuk para siswa SD,” ujar Mardijanto di gedung DPRD Kudus, belum lama ini.
Baca juga: Program MBG di Kudus akan Tambah 3 Dapur di 3 Kecamatan
Apalagi, kata dia, sebentar lagi akan memasuki tahun ajaran baru. Dengan menggaungkan dan melaksanakan kegiatan mengaji sebelum kegiatan belajar mengajar, diharapkan akan mampu memantik minat orang tua untuk menyekolahkan anaknya di SD Negeri.
“Karena persaingan ini sangat ketat. Hal itu sebagai upaya agar SD Negeri di Kudus bisa mendapatkan siswa yang banyak,” sebutnya.
Selain itu, kegiatan mengaji selama 10 menit sebelum pelaksanaan kegiatan belajar mengajar dimulai, menurutnya sangat baik. Anak-anak bisa lebih mengenal agama lebih dini.
“Dengan begitu diharapkan anak-anak akan berkembang dengan nilai-nilai rohani keagamaan. Karakternya juga terbentuk dengan nilai-nilai agama,” bebernya.
Baca juga: Guru Honorer Kudus Terancam Diputus Kontrak, Begini Respon Disdikpora
Tak hanya itu, Mardijanto juga mengusulkan agar ada pembelajaran salat berjamaah untuk siswa. Mungkin beberapa kelas SD yang pulangnya sampai jam 12, mungkin bisa diajarkan untuk berjamaah Salat Zuhur.
“Kami meminta hal itu bisa diwujudkan. Biar anak-anak itu terbentuk karakter yang baik dan positif,” imbuhnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

