Sering Kebanjiran, Kadus Krajan Senang Sungai Khadimah Akhirnya Dikeruk

BETANEWS.ID, KUDUS – Warga Dukuh Krajan, Desa Karangrowo, Kecamatan Undaan sangat senang akhirnya Sungai Khadimah dinormalisasi. Bagaimana tidak, sungai itu selalu meluap setiap musim hujan dan mengakibatkan banjir di permukiman.

Kepala Dusun (Kadus) Krajan, Kuntoro, mengaku senang adanya pengerukan sungai setelah pembangunan Sungai Khadimah pada 1986. Menurutnya, kondisi Sungai Khadimah sudah sangat memprihatinkan.

“Dari desa sangat senang sekali, karena sudah lama, sungai ini sudah dangkal dan tidak ada tindakan. Akhirnya diadakan pengerukan oleh BBWS dan BPBD Kudus. Kami dari pemerintah desa sangat senang sekali dengan adanya kegiatan ini,” ungkap Kuntoro, beberapa waktu lalu.

-Advertisement-

Baca juga: Normalisasi Sungai Khadimah, BPBD Kudus: ‘Seakan-akan Buat Sungai Baru’

Menurut Kuntoro, dangkalnya Sungai Kardimah menyebabkan air tak bisa mengalir dengan lancar saat hujan deras. Akibatnya, blok Krajan atau masyarakat di RW 1 sering dilanda banjir.

“Sebelum pengerukan ini, sangat dangkal sekali. Ini jalur buangan dari blok Krajan satu, sehingga saat musim penghujan buangan air tidak bisa lancar,” jelasnya.

Kuntoro menyadari pentingnya kegiatan seperti pengerukan ini untuk mengatasi masalah banjir. Dirinya juga berharap akan adanya perawatan sungai yang berkelanjutan. Menurutnya, normalisasi sungai bukan hanya solusi sementara, tetapi perlu diimbangi dengan perawatan yang rutin.

“Harapannya ke pemerintah yang berwenang agar bisa selalu merawat sungai. Ibaratnya ada perawatan, apakah itu empat tahun sekali atau lima tahun sekali, sehingga tidak dangkal seperti ini,” katanya.

Baca juga: Tak Pernah Dinormalisasi Sejak 1986, Sungai Khadimah Karangrowo Akhirnya Dikeruk

Di sepanjang Sungai Khadimah, warga juga sempat mendirikan bangunan liar seperti kandang ternak dan WC. Menurut Kuntoro, hal ini tidak lepas dari kurangnya perhatian terhadap sungai tersebut selama puluhan tahun.

“Bangunan liar itu karena warga sudah lama tak ada perawatan, hampir 40 tahun lebih tidak ada tindakan di sungai ini. Sehingga mereka membangun kandang dan WC. Karena jaraknya sudah lama dari saya kecil belum ada normalisasi sama sekali,” ujar Kuntoro.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER